Berita

Foto/Net

Nusantara

Film Bid'ah Cinta Bisa Jadi Inspirasi Merawat Keberagaman

KAMIS, 23 MARET 2017 | 07:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Film Bid'ah Cinta yang disutradarai Nurman Hakim menggambarkan kisah percintaan yang terbentur pemahaman keagamaan yang berefek pada ketegangan komunitas menjadi gambaran dan sekaligus solusi bagaimana cara menghadapi perbedaan dan menghindari ketegangan. Di tengah masyarakat yang saat ini mudah tersulut provokasi atas perbedaan pemahaman keagamaan itu, maka film tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa adanya suatu perbedaan itu justru suatu keniscayaan mewujudkan cinta.

"Yang paling penting dari pesan yang ada di film ini, bahwa ketegangan kolektif yang melibatkan komunitas, bisa ditunda, tidak sekedar adanya pernikahan. Tetapi ada kesadaran bahwa ketegangan itu justru banyak mudharatnya. Jadi ada kesadaran apa yang menjadi wujud damai di langit harus diciptakan di bumi. Itu intinya," kata budayawan, M Sobari, dalam diskusi "Kala Asmara Terbentur Paham Agama" usai nonton bareng film Bid'ah Cinta, di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (22/3).

Dalam film itu digambarkan bagaimana cinta antara Khalida dan Kamal yang terbentur perbedaah pemahaman keagamaan. Kedua orang tuanya juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan hingga merembet ke komunitas masyarakat. Namun pada akhirnya, ada pemahaman dan suatu kesepakatan agar tidak menjadikan perbedaan itu agar tidak menjadi ketegangan dan sepakat untuk saling menghormati.


Kang Sobari mengungkapkan, dalam soal perbedaan pemahaman, NU dan Muhammadiyah bisa menjadi potret betapapun ada perbedaan tetapi sekarang sudah menunjukkan saling menghormati. Bahkan, Sobari melihat justru perbedaan antara Muhammadiyah dan NU didasari pemahaman cinta.

"Perbedaan itu didasari rasa cinta. Orang NU tidak ingin orang Muhammadiyah sesat, orang Muhammadiyah juga tidak ingin orang NU sesat. Jadi perbedaan itu dasarnya cinta. Film ini bagus untuk merawat kebersamaan di masyarakat," ungkapnya.

Sutradara film Bid'ah Cinta, Nurman Hakim mengatakan, dalam film yang dibuatnya ada harapan masyarakat yang menonton terinspirasi dalam menyikapi perbedaan agar tidak menjadi konflik.

"Ini terinspirasi dari adanya kekhawatiran di beberapa daerah, yang mempertentangkan soal paham keagamaan dan potensial menjadi konflik. Jadi penulisan film ini memang dilatarbelakangi kekhawatiran konflik yang dilatarbelakangi perbedaan paham," ungkapnya.

Nonton bareng dan diskusi diikuti seratusan orang dari berbagai komunitas dengan dipandu dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Nanang Tahqiq. Adapun pembicara dalam diskusi tersebut selain Kang Sobari adalah Rumadi dari Lakpesdam NU, Fajar Riza Ulhaq dari Maarif Institute, dan Tsamara Amani dari perwakilan mahasiswa Universitas Paramadina. Acara nonton bareng dan diskusi tersebut diselenggarakan oleh Nurcholis Madjid Society. Hadir juga dalam acara itu sutradara dan para pemain film. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya