Berita

Eni Maulana/Net

Bisnis

Dewan Dorong Penghapusan Posisi Wadirut Pertamina

RABU, 22 MARET 2017 | 19:11 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kalangan dewan menganggap posisi Wakil Direktur Utama Pertamina perlu dihapuskan. Posisi tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih kepemimpinan di perusahaan.

"Kewenangan wadirut terlalu besar. Kita khawatirkan di kemudian hari menganggu proses organisasi di Pertamina. Bisa menciptakan dua poros kepemimpinan antara dirut dan wadirut," kata Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih di Jakarta (Rabu, 22/3).

Menurut dia, aturan perusahaan yang memberikan keleluasaan kepada wadirut untuk mengambil keputusan sebagaimana diatur dalam AD/ART Pertamina Pasal 11 ayat 19 juga harus dihapus.


"Kalau Wadirut punya kewenangan kuat kan bisa menganggu kinerja Dirut. Apalagi kalau di antara keduanya ada ketidakpercayaan. Lihat saja pada masa Pertamina dipegang Dirut Dwi Soetjipto dengan Wadirut Ahmad Bambang kerap terjadi ketidakharmonisan,” bebernya.

Eni menilai, seorang Dirut Pertamina cukup didampingi oleh beberapa direksi dalam menjalankan roda organisasi perusahaan. Apabila ada tugas yang perlu didelegasikan, dirut bisa mendelegasikan kepada direktur.

"Pertamina perusahaan besar yang perlu cepat dalam setiap mengambil kebijakan korporasi. Jangan sampai karena ada dua pimpinan yang punya kewenangan kuat pengambilan kebijakan jadi terhambat," ujarnya.

Ketua Umum DPP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ini mengingatkan, berdasarkan pengalaman yang sudah ada, jabatan wadirut berpotensi membuat banyak gesekan. Eni optimistis Direktur Utama Pertamina yang baru Elia Massa Manik kapabel menjalankan roda perusahaan, tanpa adanya wadirut.

"Pak Elia saya yakin bisa membawa Pertamina kompak dalam satu komando. Apalagi dia sudah ditemani para Direktur yang sudah sangat berpengalaman di perusahaan," kata politisi Golkar ini.

Eni menyampaikan dalam era persaingan saat ini, Pertamina membutuh pemimpin yang kuat. Sedangkan masalah teknis pengembangan bisnis bisa diserahkan kepada direksi yang lainnya.

"Pertamina memerlukan orang yang smart dan powerfull. Kalau soal teknis Dirut bisa dibantu oleh direktur-direktur yang ada yang sudah pintar-pintar," jelasnya. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya