Berita

Foto/Net

Bisnis

KAI Kirim 2 Rangkaian Kereta LRT Ke Palembang

Sambut Asian Games
RABU, 22 MARET 2017 | 09:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Api Indonesia (Per­sero) bakal mendatangkan dua train set (rangkaian kereta) LRT (light rail transit) di Palembang pada pertengahan April nanti. Pengiriman kereta tersebut, merupakan tahap awal guna mendukung pelaksanaan Asian Games Tahun 2018.

Hal ini diungkapkan Vice President (VP) Public Relation KAI Agus Komarudin. Kata dia, kereta buatan PT Industri Kereta Api/Inka (Persero) itu sedang dalam tahap penyelesaian.

"Rencana pengiriman tahap satu, minimal 2 train set, itu pada pertengahan April 2018. Tahap kedua, pengiriman sebanyak 6 train set pada Juni 2018. Total ada 8 Trainset dimana masing-masing terdiri dari 3 kereta, atau total 24 Kereta Jenis Electric Multiple Unit," ujarnya, kepada Rakyat Merdeka.


Nantinya, kereta tersebut akan melintasi sebanyak 13 stasiun dengan jarak sepanjang 24,5 kilo meter (km). Adapun stasiun yang dimaksud yakni Bandara SMB II, Asrama Haji, Talang Buruk, RSUP, Simpang Polda, Demang Lebar Daun, Palembang Icon, Dishub, Pasar Cinde, Ampera, Poltabes, Jakabaring, dan OPI Mall.

"Ada 49 gates yang ter­pasang diseluruh stasiun. Ka­pasitas keretanya sendiri bisa menamping sebanyak 379 orang, maksimal mencapai 629 orang," katanya.

Meski pengiriman kereta tahap pertama dilakukan bulan depan, sayangnya, besaran tarif yang akan diberlakukan masih dalam pembahasan. Namun, Agus menegaskan, kereta LRT Palembang lebih mengarah pada kategori angkutan perintis, yakni angkutan pertama dan khusus ditempatkan di rute yang baru dibuka pemerintah. Karena itu, tarif angkutan akan disubsidi oleh pemerintah, yakni Kemen­terian Perhubungan (Kemen­hub). "Rencananya, dominan ke KA perintis," katanya.

Sebelumnya, Direktur Uta­ma KAI Edi Sukmoro menu­turkan, investasi yang dibe­namkan pada pengadaan kereta mencapai Rp 380 miliar untuk delapan set train. Sedangkan, besaran tarif akan dibahas lebih lanjut dengan Kemen­hub, dan Pemerintah Daerah (Pemda). Termasuk, berapa lama subsidi pembelian LRT akan ditetapkan pemerintah.

"Untuk tarif nanti disesuai­kan dengan perhitungan ang­kutan di daerah. Pastinya, lebih murah dari angkutan konvensional atau angkutan lain yang serute dengan LRT. Bisa saja tarifnya antara Rp 5.000-10.000 nanti dalam satu kali keberangkatan," katanya.

Dihubungi terpisah, pengamat dari Masyarakat Transportasi In­donesia (MTI) Djoko Setijowar­no mengatakan, setelah melihat perkembangan pembangunan LRT di Palembang, Sumatera Selatan, beberapa daerah lainnya mulai melakukan studi kelaya­kan kereta ringan.

Padahal, bila melihat kondi­si transportasi umum berbasis jalan raya, pemerintah masih kepayahan. Apalagi, mau langsung lompat mengelola kereta ringan.

"Investasi untuk mem­bangun kereta ringan tidak murah. Belum lagi investasi sarananya serta nanti setelah beroperasi, itu harus memberi­kan subsidi. Banyak Pemda yang tidak sanggup memberi subsidi, karena keterbatasan anggaran," jelas Djoko kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, anggaran pengeluaran belanja daerah (APBD), selain Jakarta sebe­sar Rp 70-an triliun, pal­ing tinggi tidak sampai Rp 8 triliun APBD-nya.

Lebih lanjut dijelaskannya, investasi membangun prasa­rana 13 stasiun dan 1 depo untuk LRT Sumsel, menelan anggaran Rp 12 triliun, atau sekitar Rp 500 miliar per km. Selain itu, terdapat 892 titik pilar/pier disepanjang jalur tersebut. Sedangkan, investasi sarana diestimasi mencapai Rp 710 miliar untuk pembelian sa­rana dan fasilitas pendukung.

"Berdasar hasil studi yang ditugaskan PT KAI melalui PR Pricewaterhouse (PWC), besaran ATP diperkirakan kisaran Rp 5 ribu. Sedangkan tarif keekonomian sebesar Rp 25.550,00 per orang. Besaran LF rata-rata 33 persen dengan frekuensi per hari 48 perjalan­an KA," bebernya. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya