Berita

RMOL

Nusantara

Presiden Jokowi Minta Sumsel Selesaikan Pembangunan Infrastruktur

SELASA, 21 MARET 2017 | 19:46 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera menyelesaikan segala pembangunan infrastruktur yang ada di Sumsel. Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas Sumsel di kantor presiden, Jakarta (Selasa, 21/3).

Ratas dihadiri langsung Gubernur Sumsel Ir. H. Alex Noerdin beserta Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam sentosa, Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih, Kepala PMU KEK TAA Sumsel Regina serta menteri Kabinet Kerja terkait. Diantaranya Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, Menristek Dikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi.

Dalam ratas, Jokowi memberikan beberapa arahan yang harus segera dilaksanakan Pemprov Sumsel, yakni meminta konsentrasi selesaikan pembangunan infrastruktur transportasi dan kelancaran konektivitas antar wilayah dan daerah. Konektivitas tersebut meliputi pembangunan jalan tol, jalur kereta api dan LRT yang dibutuhkan untuk menopang pergerakan ekonomi dan mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Jokowi meminta percepatan pembangunan KEK TAA dan kemungkinan pengembangan kawasan Tanjung Carat. KEK TAA diyakini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan barun dan menciptakan pertumbuhan ekonomi serta dapat dikembangkan menampung minat investasi industri pengolahan, otomotif, elektronik, dan manufaktur.


Selain itu, Jokowi juga meminta Sumsel segera melakukan penguatan produktifitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani, serta harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sebab, nilai tukar petani selalu di bawah indeks 100 dan cenderung menurun.  

"kita perlu kerja keras untuk mensejahterakan petani Sumsel," Kata Jokowi.

Sementara, terkait industri pengolahan, walaupun memiliki kontribusi yang semakin besar di dalam perekonomian Sumsel, menurut Jokowi, penguatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Berdasarkan data yang dimiliki Jokowi, nilai tukar petani selalu berada di bawah indeks 100 dan berkecenderungan menurun. Dengan demikian, kenaikan harga produk pertanian yang diterima petani lebih rendah dibandingkan kenaikan harga barang yang dikonsumsi petani.

"Ini artinya kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan," terangnya.

Untuk diketahui, Provinsi Sumsel memiliki 13 proyek strategis nasional. Diantaranya pembangunan Bendungan Tigadihaji di OKU Selatan, progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (KEK TAA) dan Pelabuhan Tanjung Carat, pembangunan Institut Olah Raga Indonesia, serta pembangunan RSUD Sumsel. Kemudian pembangunan Tol Palindra, Tol Pematang Panggang-Kayu Agung, Tol Palembang-Tanjung Api-api, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Kereta Api Prabumulih-Kertapati, Kereta Api Simpang TAA, Kereta Api Tanjung Enim-TAA, Kereta Api Palembang-Jambi, serta light rail transit (LRT).

Mulai dari pembangunan fasilitas penunjang Asian Games 2018, pembangunan KEK TAA hingga berbagai proyek prioritas nasional di Sumsel lainnya terus berjalan lancar. Dari 13 proyek pembangunan infrastruktur nasional, keseluruhan sudah berjalan sesuai target yang ditetapkan. Salah satunya pembangunan KEK TAA dan Tanjung Carat, progres pembebasan lahan hingga 2016 lalu mencapai 66,13 hektar dari total 217 hektar. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya