Berita

aksi semen/net

Nusantara

Wafatnya Patmi Momentum Munculnya Perlawanan Dari Seluruh Penjuru Nusantara

SELASA, 21 MARET 2017 | 17:42 WIB | LAPORAN:

. Wafatnya Patmi (48), salah seorang warga Kendeng yang tengah berjuang di Jakarta menolak kehadiran pabrik semen cukup membuat sedih para warga Kendeng.

Eko Arifianto dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng mengatakan Patmi adalah seorang pejuang perempuan yang tangguh dan berani dari pegunungan Kendeng Utara. Nama Patmi sendiri bermakna Fatma yang artinya bunga.

"Semoga ini adalah awal dari momentum muncul dan tumbuhnya bunga-bunga perlawanan dari seluruh penjuru nusantara," kata Eko kepada wartawan di kantor YLBHI Jakarta, Selasa, (21/3).


Ia mengenal sosol Patmi sebagai seorang perempuan pejuang tangguh, begitu gigih, begitu berani dan kuat hingga terus mengawal proses hukum untuk menyelamatkan Gunung Kendeng. Patmi kata Eko ikut berjuang sejak para petani masih mengusut masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga longmarch Pati-Semarang dengan berjalan kaki ratusan kilometer.

"Dia (Patmi) ikut dari awal berjuang. Kepergiannya semangat bagi kami," kata Eko

Lain halnya dengan Ani, warga Kendeng lainnya. Ia mengenal Patmi dengan baik meskipun berbeda kecamatan. Patmi berasal dari Kecamatan Tambak Romo, sementara ia dari Kecamatan Kayen.

Ani mengenang Patmi sebagai sesosok wanita yang sangat fokus dalam memperjuangkan kelestarian alam khususnya memperjuangkan kelestarian Gunung Kendeng. Saat Patmi mulai mendengar dan mencium bau akan berdirinya pabrik semen di dua kecamatan itu, Patmi dengan spontan langsung ikut gerakan penolakan.

Ia bersama Patmi mengikuti perjuangan aksi jalan, aksi jalan kaki Rembang-Semarang dan coran kaki.

"Semula selesai habis kami dapat panggilan dari istana, kami dengan dengan teman sebanyak 7 orang akan pulang sore, Tapi tak tahu jadinya seperti ini," demikian kenang Ani.[san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya