Berita

Net

Nusantara

Sebelum Meninggal, Patmi Mengeluh Sakit Dada

SELASA, 21 MARET 2017 | 16:59 WIB | LAPORAN:

Perjuangan warga Pegunungan Kendeng memasung kaki dengan semen untuk menolak pendirian pabrik semen harus dibayar mahal dengan kematian salah seorang pengunjuk rasa bernama Patmi.

Pengacara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur yang turut mendampingi warga Kendeng selema di Jakarta menceritakan kronologis meninggalnya Patmi. Sejak 16 Maret, perempuan berusia 48 tahun tersebut sudah bergabung dengan 50 warga lain menggelar aksi semen kaki di depan Istana Negara. Para perempuan yang ikut dalam aksi semen kaki dijuluki Kartini Kendeng.

Menurut Isnur, selama aksi berlangsung, sebenarnya ada dokter yang bersiaga untuk menjaga jika terjadi sesuatu terhadap warga. Perwakilan warga pun pada Senin kemarin (20/3) diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, sementara Patmi dan delapan warga lain tetap melakukan aksi semen kaki.


"Pukul 11, Bu Patmi dan kawan-kawan sudah dilepas cornya, kemudian jam setengah tiga beliau ke kamar mandi, beliau mandi," ujarnya di Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta (Selasa, 21/3).

Setelah dari kamar mandi, Patmi mengeluhkan sakit pada bagian dada, yang kemudian dipanggilkan dokter. Patmi mengalami muntah-muntah dan diduga terkena serangan jantung oleh dokter.

Patmi langsung dibawa ke Rumah Sakit St. Carolus sekitar pukul 14.30 WIB. Setiba di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa Patmi sudah meninggal dunia akibat serangan jantung.

"Itu dugaan yang kami temukan. Bu Patmi dalam keterangan-kerangan pemeriksaan sebelumnya dalam keadaan sehat wal afiat," jelas Isnur.

Sebenarnya, dokter menyatakan kondisi tiga warga lain yang justru dikhawatirkan bukan Patmi. Malam sebelum mengikuti aksi, Patmi terlihat ceria dan turut bernyanyi bersama warga Kendeng lain.

"Kami kaget juga. Karena kejadian ini dulur Kendeng yang semalam sudah prepare untuk pulang dan menyisakan 30 orang memutuskan untuk pulang semua. Jam sembilan tadi pagi (Patmi) dibawa dari Carolus  ke rumah duka di Kecamatan Tambak Romo, Kabupaten Pati," demikian Isnur. [wah] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya