Berita

Melchias Marcus Mekeng/Net

Wawancara

WAWANCARA

Melchias Marcus Mekeng: Penyidik Harus Mengungkap Nama Lain Yang Diduga Disembunyikan Andi Narogong

SELASA, 21 MARET 2017 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Melchias Marcus Mekeng tak terima dirinya dis­ebut-sebut medapat aliran duit korupsi sebesar Rp 18,2 miliar dari proyek pengadaan KTP elektronik alias e-KTP. Kemarin dia melaporkan Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengu­saha yang memenangkan tender proyek e-KTP yang mengungkap keterlibatan Mekeng.

Mekeng melaporkan Narogong ke Badan Reserse Kriminal Polri atas tuduhan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Berikut penuturan Mekeng;

Alasan anda melaporkan Andi Narogong?
Supaya hukum ini bisa ditegakin. Bukan karena fitnah. Nama saya disebut-sebut yang saya tidak pernah terlibat di dalam situ.

Supaya hukum ini bisa ditegakin. Bukan karena fitnah. Nama saya disebut-sebut yang saya tidak pernah terlibat di dalam situ.

Tuduhan apa saja yang anda belitkan pada Andi Narogong?
Saya sudah melaporkan se­cara resmi terhadap fitnah dan pencemaran nama baik saya dan juga berakibat kepada kehorma­tan Dewan Perwakilan Rakyat khususnya Badan Anggaran DPR yang dilakukan oleh Andi Narogong. Alat bukti laporan­nya sudah saya terima dan saya menunggu dipanggil oleh penyidik untuk dibuatkan BAP-nya. Jadi saya berharap penegakan hukum ini dilaksanakan dengan setegak-tegaknya karena negara kita ini kan negara hukum, bu­kan negara politik. Jadi jangan dipolitisir kasus ini. Saya juga berharap proses pengadilan pun berjalan dengan apa adanya

Apa saja bukti yang anda sertakan dalam laporan itu?
Bukti dakwaan dan dua ma­jalah Tempo yang mencantumkan fitnah dan akan saya lengkapin jika diminta oleh penyidik.

Siapa saja yang anda lapor­kan selain Andi Narogong?
Baru satu yang saya laporkan, saudara Andi Narogong. Saya akan lihat lagi bukti-bukti yang lain, kalau masih ada orang yang memfitnah atau mencemarkan nama baik, saya akan laporkan juga.

Bekas Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazarudin kan juga pernah me­nyebut nama Anda, kenapa tidak sekalian Anda laporkan?
Saya akan kumpulkan dulu datanya, karena saya tidak bawa datanya. Nanti akan saya kum­pulkan dan akan saya laporkan siapa pun itu yang memfitnah saya, khususnya lembaga yang saya cintai, DPR.

Apa anda juga akan menga­jak anggota DPR lainnya yang namanya juga disebut-sebut dalam kasus e-KTP untuk me­laporkan Andi Narogong?
Saya berharap kepada teman-teman lain yang merasa difitnah atau dicemarkan nama baiknya ya sebaiknya datang melapor. Supaya tidak menjadi bola liar, fitnah memfitnah dalam negara ini yang merusak nama baik.

Anda siap jika dipanggil ke persidangan untuk memberi­kan keterangan?
Siap, setiap saat saya siap. Saya siap untuk bersaksi sesuai dengan apa yang saya ketahui.

Kenapa anda tidak menunggu proses sidang saja, Andi Narogong kan pun belum memberikan kesaksian hingga saat ini?
Ya kan nama saya sudah terce­mar dari minggu lalu, ngapain saya menunggu persidangan. Makanya saya laporin sekarang. Persidangan nanti akan saya ikuti dan akan saya buktikan kalau itu benar-benar fitnah.

Menurut Anda, apa motif dari Andi Narogong menye­butkan nama anda di dalam dakwan kasus e-KTP ini?
Ya motifnya adalah untuk cari duit mungkin. Untuk kepent­ingan dirinya atau orang lain dengan mencatut nama saya.

Anda mengenal Andi Narogong sebelumnya?
Bentuk hidung dan kepalanya saja saya nggak tahu.

Tapi dia memang sering melobi ke DPR?
Saya nggak tahu, saya nggak pernah tahu. Bentuk orangnya saya juga nggak tahu.

Dalam beberapa berita, anda menyebutkan ada nama lain yang patut diduga disem­bunyikan oleh Andi Narogong, siapa nama-nama itu?
Itu harus diungkap oleh peny­idik, karena si (Andi) Narogong bilang kasih uang ke saya tapi kan saya tidak terima, pasti kan uangnya ada di Narogong, nah dikasih ke siapa uang itu.

Siapa saja itu?
Nama itu saya nggak tahu, su­ruh penyidik membukanya. Itu yang harus dibuka oleh penyidik dan di pengadilan nanti. Ngapain saya mencari info-info itu.

Apa yang mendasari anda menyebutkan kalau ada nama orang lain yang disembunyi­kan oleh Andi Narogong seh­ingga nama Anda dicatut?

Dasarnya kan saya nggak terima duit, duitnya kan diambil sama Andi Narogong atau dikasih ke orang-orang lain.

Sewaktu anda menjabat di Badan Anggaran, anda mengetahui pembahasan e- KTP sudah sejauh mana?
Nggak tahu, karena saya baru masuk dan sudah selesai itu barang. Di Banggar bahas aturan tiga nggak boleh. Itu nggak boleh karena Undang-Undangnya tidak boleh. Ada di Undang-Undang MD3 pasal 107. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya