Berita

Bisnis

Uchok CBA: BPK Harus Audit Pendapatan Tol Jasa Marga

SENIN, 20 MARET 2017 | 12:54 WIB | LAPORAN:

Ada kenaikan 11,3 persen atau Rp 805,7 miliar dari pendapatan tol Jasa Marga tahun 2016 lalu sebesar Rp 7,9 triliun dibandingkan tahun 2015 senilai Rp 7,1 triliun.

"Kenaikan pendapatan tol dari tahun 2015 ke 2016 sebesar 11,3 persen bukan sebuah kebanggaan buat Jasa Marga. Juga bukan sebuah kehebatan kinerja keuangan Jasa Marga," ujar Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi melalui pesan whatsapp kepada Kantor Berita Politik RMOL, siang ini (Senin, 20/3).

Kenaikan ini justru terbilang kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan tol dari tahun 2013 ke 2014 yang mencapai 14,5 persen.


"Artinya, peningkatan pendapatan dari tahun 2015 ke 2016 hanya 11,3 persen harus dicurigai, adanya indikasi penyimpangan pendapatan," tegasnya.

Menurut dia, pertumbuhan pendapatan tol dari tahun 2015 ke 2016 seharusnya lebih besar atau dari sisi pendapatannya meningkat lebih pesat. Karena dari volume lalu lintas transaksi ada peningkatan, juga kenaikan tarif pada 15 jalan tol di akhir tahun 2015, ditambah empat jalan tol di tahun 2016.

"Jadi, karena kecilnya pertumbuhan  pendapatan jalan tol dari tahun 2015 ke 2016 hanya 11.3 persen, maka kami dari CBA meminta kepada BPK dengan KPK untuk membuka mata dalam rangka menelusuri adanya kemungkinan indikasi mark down atau pengurangan pendapatan dalam Jasa Marga," ujar Uchok.

Uchok menjelaskan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus segera melakukan audit pendapatan atas keuangan Jasa Marga. Sedangkan, untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), CBA minta dilakukan investigasi atas adanya potensi kehilangan pendapatan jasa Marga.

Menurut dia, publik pengguna jalan tol wajar prihatin dengan pengelolaan keuangan jasa Marga. Hal ini bisa dilihat dari operasional belanja kebutuhan pegawai mencapai Rp 1,1 triliiun hanya untuk gaji dan tunjangan.

Besarnya anggaran untuk gaji dan tunjangan ini tidak bisa ditutupi kenaikan pendapatan sebesar 11,3 persen atau sekitar Rp.805.7 miliar itu. Sementara di sisi lain, anggaran untuk pelayanan justru minim seperti pembersihan jalan dan pertamanan hanya sebesar Rp 43,2 miliar, atau pelayanan pemakaian jalan tol yang dialokasikan Rp 59,8 miliar.[wid] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya