Berita

Politik

Yudi Latif: Pancasila Sudah Tumbuh Jadi Jantung Spiritualitas Bangsa

SABTU, 18 MARET 2017 | 02:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dalam sejarah, orang yang berkomitmen terus menjaga Pancasila dan NKRI sejak kemerdekaan adalah Bung Karno, Bung Hatta, dan KH Wahid Hasyim. Kemudian, tiga tokoh ini diikuti para pengikutnya yaitu perpaduan marhaen dan nahdliyin.

Demikian disampaikan pemikir keagamaan dan kenegaraan, Yudi Latif, saat memberikan ceramah dalam acara Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal, pimpinan KH Nuril Arifin, di Jakarta Timur, Jumat malam (17/3).

Yudi Latief menjelaskan bahwa sebenarnya kaki Pancasila itu ada tiga, yaitu sosio-nasionalisme (sila kedua dan ketiga), sosio demokrasi (sila keempat dan kelima), dan terakhir adalah sosio religius (sila pertama).


"Kata Bung Karno, sebenarnya Pancasila adalah pendirian hidup bangsa yang sudah tumbuh dan menjadi jantung dari spiritualitas bangsa. Oleh karena itu, siapapun mereka yang terus mempertentangkan Pancasila dan Islam sebenarnya telah menunjukkan tidak memahami apa itu Pancasila dan apa nilai-nilai Islam sebagaimana telah dijabarkan dalam Al Quran," tegas Yudi.

Sementara mantan asisten Gus Dur, Ngatawi Al-Zastrow mengatakan bahwa kalau biasanya ada yang merobek-robek merah putih dan tidak mrnjalankan Pancasila, maka di forum ngaji kebangsaan ini marhaenis dan nahdliyin merajut merah putih dan meneguhkan pengamalan pancasila.

"Ini bagian dari perjuangan bersama. Sebab kita masih yakin bahwa ketika satu urusan tidak diserahkan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Maka kita mencari yang ahli. Yakni ahli dalam membangun ibu kota Jakarta," kata Al-Zastrow, sambil mengatakan bahwa sudah selayaknya dalam forum ini berdoa untuk kemenangan Basuki-Djarot.

Selain Yudi dan Al-Zastrow, sejumlah tokoh menghadiri Ngaji Kebangsaan diantaranya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Idham Samawi, Ketua Umum PPP Djan Faridz, putri Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri, perwakilan dari Ciganjur, Priyo Sambadha. Hadir juga beberapa tokoh dari lintas agama. [ian]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya