Berita

Politik

WACANA PEMINDAHAN IBUKOTA

Bung Karno Visioner, Terbukti Kota Jakarta Sudah Jenuh

JUMAT, 17 MARET 2017 | 10:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi II DPR RI Arteria Dahlan menyambut dingin wacana Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan Kalimantan Tengah sebagai ibukota pemerintahan RI.

"Kalau saya sih melihatnya sebagai suatu hal yang wajar, wacana ini bahkan sudah digulirkan oleh Presiden pertama RI Bung Karno," kata Arteria, Jumat (17/3).

Politisi muda PDIP ini menjelasakan, Bung Karno saat itu menitikberatkan pada letak Kota Palangkaraya, Kalteng, sebagai ibukota pemerintahan RI. Alasannya, Kalteng di belah garis khatulistiwa dan secara grografis dapat dikatakan sebagai titik tengahnya NKRI.


"Bung Karno sangat visioner, sejak dulu beliau melihat bahwa Kota Jakarta tidak didesign untuk menjadi pusat pemerintahan dengam segala kompleksitas permasalahan, juga tidak didesign untuk mengakomodir kehidupan kekinian yang menanggung beban yang begitu tinggi. Ide beliau itu kan terbukti, "Jakarta sudah sangat jenuh", dengan pertumbuhan yang begitu pesatnya, baik peningkatan jumlah penduduk beserta berbagai kompleksitas masalahnya," ujar Arteria.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, fenomena dan perilaku atau perdaban kekinian serta perubahan iklim telah menjadikan perkembangan Kota Jakarta yang begitu pesat, tumbuh tidak terkendali, bahkan kemajuan dan perlembangan Kota Jakarta menjadi liar dan sulit untuk dikelola dan terkontrol.

"Sehingga butuh alternatif pemindahan kegiatan pemerintah pusat," ucap Arteria.

Pada posisi ini, lanjut dia, negara bukannya tidak hadir, akan tetapi sulit untuk mengimbangi kemajuan kota dengan segala kompleksitas permasalahannya.

"Untung saja pemerintah saat ini yang diinisiasi Pak Jokowi kemudian dilanjutkan Pak Ahok mampi berpikir out of the box, berani ambil resiko dan tampil tidak populer untuk mencoba memperbaki infrastruktur dasar di bidang pelayanan publik guna mengatasi pelayanan publik seperti membangun MRT, LRT, jalan layang, dan revitalisasi busway. Itu pun masih belum dapat mengurangi tingkat kemacetan," terangnya.

"Belum lagi bicara masalah banjir Jakarta, yang urusannya bukan hanya berhadapan dengan perilaku buang sampah sembarangan, melainkan akibat alam, yakni global warming, yang musti butuh kebijakan besar sseperti membuat giant sea wall utk bisa mengurangi dampak alam tersebut," tukas Arteria menambahkan. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya