Berita

Foto/Net

Bisnis

Sedih, Terumbu Karang Raja Ampat Hancur, Recovery-nya Butuh 40 Tahun

Pemerintah Mesti Serius Gugat Kapal Pesiar Inggris
KAMIS, 16 MARET 2017 | 10:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Khalayak netizen Tanah Air marah mengetahui ribuan meter per segi terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat, dihancurkan kapal pesiar Inggris Caledonian Sky. Yang tambah bikin kesal, kapal perusak itu dilepas dan dibiarkan menerus­kan pelayarannya. Kini kapal itu berada di Filipina.

 Perairan Raja Ampat merupa­kan salah satu ekosistem laut ter­indah di dunia, yang menjadi salah satu landmark pariwisata maritim Indonesia.

Ribuan meter per segi terumbu karang di perairan indah nan kaya biota laut itu hancur oleh kecerobohan kapten Kapal MV Caledonian Sky.


Insiden ini menjadi pemberitaan internasional. Ini masalah serius, karena kerusakan habibat laut akibat ulah kapal pesiar asal Inggris itu ber­lokasi di jantung pusat keanekaraga­man hayati perairan Raja Ampat.

Kalkulasi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, setidaknya butuh 40 tahun untuk memulihkan terumbu karang yang rusak itu.

"Recovery terumbu karang bisa sampai 40 tahun, apalagi ini jenis terumbu karangnya berbeda-be­da," kata Brahmantya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, kemarin.

Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, hancurnya terumbu karang, lanjut dia, juga menghilangkan potensi perikanan dan pariwisata dalam jangka waktu lama. Investigasi awal yang dilakukan pemerintah menunjukkan terumbu karang yang rusak luasnya sekitar 1600 m2.

Khalayak netizen Tanah Air sedih dan marah mengetahui kabar kapal pesiar Inggris merusak terumbu karang Raja Ampat.

Di antaranya, pegiat Twitter den­gan nama akun @tyajoe mengaku sedih mengetahui kabar ini. "Saya belum sempat ke Raja Ampat, terumbu karangnya udah rusak aja. Rusaknya hampir 1 hektar," sesalnya.

"Sedih tahu terumbu karang Raja Ampat hancur. One of my goal destination, rusak," cuit akun @dellaingga.

"Kesal, marah, macam-macam rasanya mengetahui terumbu karang Raja Ampat rusak,gara-gara MV Caledonian Sky!" komentar @ riantyyDiwanty.

"1600 m2 terumbu karang rusak dan ribuan ikan hilang di Raja Ampat. gara-gara kapal pesiar Inggris," sahut akun @Aurigast.

"1600 m2 yang rusak??? Gue geram sama kapal yang merusak terumbu karang di Raja Ampat," geram @imeAlina.

Netizen lain mengajak sesamanya memperhatikan insiden ini. "Eeh omong-omong kapal pesiar yang mer­usak terumbu karang di Raja Ampat, kok nggak viral banget yaah:," cuit @ siitaahmad dengan emoticon sedih.

"Belum sempat ke Raja Ampat, terumbu karangnya sudah dirusak.#SaveRajaAmpat," akun @ ririnfeby.

Tweeps lain me-mention akun Twitter yang terverifikasi milik Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, @susipudjiastuti.

Misalnya, akun @MiaWastuti me­nanyakan tindak lanjut kasus pengrusakan terumbu karang tersebut. "Bu, terumbu karang di Raja Ampat ru­sak. Kok kita diam aja?" tanyanya.

"Bu, saya nggak ikhlas #RajaAmpat dirusak kapal MV Caledonian Sky! Pihak Inggris dan pemilik ka­pal harus dituntut pidana," desak akun @andong_tri.

Menteri Susi melalui akun @su­sipudjiastuti merespons @andong_ tri dengan cuitan, "@andong_tri, saya juga sama."

Akun @edhiwiluyo mendesak Pemerintah mengusut siapa yang mengizinkan kapal pesiar besar itu memasuki perairan Raja Ampat hingga kandas. "Terumbu karang Raja Ampat rusak parah sekitar 1600 meter per segi gara-gara kapal asing besar bisa masuk area taman laut. Siapa yang lalai? #bodoh," kritiknya.

Senada sorotan kaskuser dengan akun kohanamet, "Ngapain dikasih izin masuk perairan surut. Bodohnya nggak ketulungan," cemoohnya.

"Ngapain kapal segede gaban ke pinggir," senada kata akun 4141525.

Kaskusers meminta pemerintah membuat perhitungan pada kapal perusak karang itu. Jika perlu kapal itu dijadikan jaminan. "Sita kapal­nya saja buat jaminan," usul akun ngeri.tenan.

"Dendanya harus bikin jera. biar nggak ada lagi kejadian di masa mendatang," tulis rahma64.

Pemerintah didesak menunjukan sikap tegas. "Pemerintah harus tegas. Terumbu karang Raja Ampat coy, can­tik kaya gitu, ikonik, skrg rusak gara-gara kapal pesiar bisa sembarangan melintas," komentar @NyimasEsa.

Seperti diberitakan, menyikapi kasus ini Pemerintah membentuk tim untuk menggugat kapal Caledonian Sky. "Sedang kita investigasi dan kita sangat menyesal, kok kapal itu bisa lepas dan bisa melanjutkan pelayaran, sekarang kapal itu di Filipina," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka.

Tim ini sebagaimana dirilis Kemenko Kemaritiman terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, yakni Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kemenkumham, Kejaksaan Agung dan Polri serta Pemda setempat.

Hitung-hitungan Ricardo Tapilatu, Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Laut Universitas Papua, Noble Caledonia, perusahaan yang men­goperasikan kapal itu, setidaknya harus membayar 1,28 -1,92 juta dolar AS. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya