Berita

Jenderal Gatot Nurmantyo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Gatot Nurmantyo: Semua Prajurit TNI, Termasuk Saya, Kalau Bersalah Harus Siap Dihukum

RABU, 15 MARET 2017 | 08:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jenderal Gatot kembali meneguhkan komitmennya membabat habis praktek korupsi di tubuh TNI. Bekas Kepada Staf TNI Angkatan Darat ini tak akan pandang bulu menindak para prajuritnya yang bersalah. Jangank­an jenderal bawahannya, diri
nya pun kalau melanggar hukum, siap dijatuhi sanksi.

Pernyataan tegas itu dilontarkan Jenderal Gatot seusai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) di Mako Pasmpamres, Jakarta, kemarin. Saat itu wartawan meminta tanggapan Jenderal Gatot terkait perkem­bangan dari persidangan kasus korupsi pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Seperti diberitakan, dalam dakwaan terhadap Direktur PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menye­but Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo turut membahas jatah succes fee 7,5 persen atas jasa memenangkan PT Melati Technofo Indonesia dalam tender pengadaan moni­toring satelit.

Seperti diberitakan, dalam dakwaan terhadap Direktur PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menye­but Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo turut membahas jatah succes fee 7,5 persen atas jasa memenangkan PT Melati Technofo Indonesia dalam tender pengadaan moni­toring satelit.

Selain bicara soal komitmen pemberantasan korupsi di tu­buh TNI, Jenderal Gatot juga memaparkan peran dan tugas Paspampres. Berikut penuturan lengkap Jenderal Gatot;

Dalam persidangan kasus ko­rupsi pengadaan satelit, nama Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo disebut terlibat mengatur besaran uang suap. Tanggapan Anda?
Sekarang begini, TNI pan­glima tertingginya adalah hu­kum, semua harus patuh dengan hukum.

Sejauh ini apa hasil pemerik­saan di internal TNI sendiri?
Saya belum tahu hasil pemer­iksaannya.

Apakah akan ada saksi tegas bagi perwira yang terbukti terlibat dalam kasus suap tersebut?
Semua prajurit TNI, termasuk saya. Kalau punya kesalahan harus diperiksa, harus dihukum, nggak ada pengecualian.

Oh ya terkait pergantian Komandan Paspampres, ba­gaimana anda melihatnya?
Kita bersyukur telah dilaksanakan serah jabatan Danpaspampres dari Mayor Jenderal Bambang Suswantono kepada Brigadir Jenderal Suhartono.

Ada catatan terkait pera­lihan pimpinan Paspampres kali ini?

Saya inga tkan bahwa Paspampres adalah satuan yang strategis, di mana tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun juga. Karena harus di­laksanakan dengan prima dan sempurna. Karena yang dia­mankan adalah simbol-simbol negara, seperti Presiden, Wakil Presiden, tamu-tamu negara setingkat pemerintahan beserta keluarganya.

Untuk itu, salah satu faktor penyebab Raja Arab Saudi ber­tambah tiga hari di Indonesia, itu salah satu karena merasa aman dan nyaman. Antara lain karena salah satu faktornya ialah tugas Paspampres, selain karena keindahannya.

Apa sih alasan mendasar TNI memilih Brigjen Suhartono menganggatikan Mayjen Bambang Suswantono?
Yang jelas dipilih orang-orang yang profesional, orang-orang yang memiliki pengalaman. Brigjen Suhartono dulu pernah di Paspampres. Kita tidak akan mengambil risiko.

Apa ada calon lain yang diajukan?

Tentu saya sebagai Panglima TNI mengajukan beberapa al­ternatif nama. Tetapi semua itu yang menentukan Presiden karena perlu ada kenyamanan dan keyakinan.

Dengan gaya Presiden yang suka blusukan dekat dengan rakyat, apa sejauh ini sudah ada penyesuaian model pengamanan yang dilakukan Paspampres?
Serah terima Paspampres tidak bisa ujuk-ujuk dilakukan.

Maksudnya...
Hampir satu bulan Brigjen Suhartono melakukan serah terima, setelah yakin baru diserahterimakan sekarang. (Mereka) sudah bersama-sama terus. Sehingga tidak ada acara serah terima lagi, langsung jalan terus nggak boleh stag­nasi. Siapapun kepala negara yang datang ke Indonesia harus diamankan. Karena Paspampres tidak bekerja sendiri. Paspampres bekerja bersama-sama dengan dukungan TNI, pengamanan bu­kan hanya yang di darat, di udara dan di laut juga dan dibantu oleh Kepolisian. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya