Berita

Brigadir Jenderal Suhartono/Net

Wawancara

WAWANCARA

Brigadir Jenderal Suhartono: Pertahankan Profesionalisme Paspampres, Tak Boleh Ada Celah, Tidak Ada Delay Lagi

RABU, 15 MARET 2017 | 08:08 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pria lulusan Akademi Angkatan Laut Angkatan-34 tahun 1988 ini mengemban amanat baru di pucuk pimpinan Paspampres. Ia mengganti­kan Mayor Jenderal Bambang Suswantono yang kini didapuk sebagai Komandan Korps Marinir (Dankormar). Kedua jenderal ini sama-sama berasal dari korps Marinir.

Brigjen Suhartono merupakan perwira yang berasal dari Satuan Intai Amfibi dan Denjaka. Suhartono banyak melaksanakan operasi tempur, salah satunya saat operasi pem­bebasan awak KM Sinar Kudus di Somalia. Kini tongkat koman­do Paspampres di tangannya. Apa saja program yang akan dijalankan Suhartono, berikut pemaparannya;

Langkah awal yang akan anda lakukan setelah res­mi menajabat Komandan Paspampres?
Yang jelas, yang pertama tadi tidak boleh ada celah lagi, tidak ada delay lagi. Tadi su­dah diperintahkan oleh bapak Panglima TNI, segera penye­suaian diri kemudian pertah­ankan profesionalisme prajurit Paspampres.

Yang jelas, yang pertama tadi tidak boleh ada celah lagi, tidak ada delay lagi. Tadi su­dah diperintahkan oleh bapak Panglima TNI, segera penye­suaian diri kemudian pertah­ankan profesionalisme prajurit Paspampres.

Profesionalisme seperti yang anda maksud?
Dalam hal ini menurut saya, profesionalisme didapat dengan (berbagai) cara, yang pertama meningkatkan pengetahuan, kedua meningkatkan skill indi­vidu maupun satuan, dan yang ketiga meningkatkan moral prajurit. Ketiga hal itu yang akan saya laksanakan.

Lalu langkah awal apa yang akan anda lakukan setelah sertijab ini?
Yang pasti kita akan melaku­kan evaluasi.

Evaluasi seperti apa yang akan dilakukan anda lakukan?
Yang jelas selama ini Paspampres sudah bekerja sesuai pernyataan Bapak Panglima TNI. Nah, kita akan melakukan pembinaan lebih lanjut. Para komandan-komandan terdahulu sudah membina Paspampres sedemikian rupa untuk mencapai tatanan profesional itu.

Apa ada hal yang menjadi perhatian anda dalam melaku­kan pembinaan setiap anggota Paspampres?
Harus diketahui bahwa ang­gota Paspampres selalu silih berganti, ada yang keluar dan ada yang masuk. Sehingga pem­binaan tidak boleh berhenti.

Materi pelatihan seperti apa yang akan ditingkatkan untuk anggota Paspampres di era anda?
Pelatihan dengan skil individu tadi, pelatihan mulai dari bela diri, taktik, teknik pengamanan VVIP sampai dengan pengetahuan-pengetahuan. Kita juga akan coba memformat Paspampres bukan lagi sebagai postur yang sangar, namun anggota Paspampres punya keramahan, punya naluri yang merakyat, karena hakikat­nya kita memang harus dekat dengan rakyat, harus humanis tapi tetap profesional.

Apa persiapan khusus untuk menyesuaikan diri dengan cara kerja Presiden Jokowi yang kerap blusukan dan ber­tindak di luar agenda?
Ya kami sudah (menyesuaikan diri, red). Kami sudah melaku­kan penyesuaian kemarin dengan Komandan Paspampres yang lama, kami pelajari bagaimana dinamika beliaunya, pada saat penugasan, baik itu di Istana maupun itu di luar. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya