Berita

Gedung KPK/Net

Hukum

KPK Diragukan Mampu Usut Tuntas Korupsi E-KTP

SELASA, 14 MARET 2017 | 10:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Keberanian KPK mengungkap tuntas kasus e-KTP yang diduga melibatkan puluhan anggota DPR sangat diragukan.

Pasalnya, kinerja KPK di era kepemimpinan Agus Raharjo hanya sebatas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), sementara pengembangan kasus-kasus besar cenderung prestasinya sangatlah minim.

"Jika benar ada nama-nama anggota DPR yang diduga terlibat sudah mengembalikan sejumlah uang kepada KPK seharusnya segera di tetapkan sebagai tersangka, karena pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan pidananya," ujar pengamat politik dari NCID, Jajat Nurjaman, Selasa (14/3).


"Namun sangat disayangkan dalam hal ini (korupsi e-KTP) KPK terlihat seperti melakukan tarik ulur dan terkesan tidak berani mengambil sikap tegas apalagi berurusan dengan DPR," tutur Jajat menambahkan.

Menurutnya, ini adalah momentum tepat untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada KPK yang sebelumnya sudah dikecewakan karena menilai sebuah kasus dugaan korupsi hanya sebatas tidak ada niat.

Jika tidak ingin dicap sebagai lembaga yang memainkan isu untuk kepentingan politis, sebaiknya KPK segera menindak tegas orang-orang yang diduga terlibat korupsi berjamaah e-KTP, dan tidak sebatas menebar opini.

"Mengungkap tuntas oknum yang terlibat korupsi berjamaah e-KTP diperlukan keberanian dari para pimpinan KPK. Dan mengingat dampak korupsi ini sangat dirasakan langsung oleh rakyat, tidak ada alasan bagi KPK selain segera mengusut tuntas semua oknum yang terlibat," tukas Jajat. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya