Berita

KH Anwar Abbas/Net

Wawancara

WAWANCARA

KH Anwar Abbas: Ide Dialog Nasional Sudah Ada Sebelum Kasus Ahok Menista Al-Quran, Sekarang Menguat Lagi

SENIN, 13 MARET 2017 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi kabarnya sudah memberi 'lampu hijau' terkait usulan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin menggelar Dialog Nasional untuk mencari solusi bangsa. Apa saja yang akan dibi­carakan dalam forum tersebut, berikut penjelasan KH Anwar Abbas, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada Rakyat Merdeka:

Siapa inisiator acara Dialog Nasional itu?
Jadi Dialog nasional itu idenya dari MUI, terutama dari Bapak KH Ma'ruf Amin. Kita ingin duduk bersama, supaya kita bisa saling memahami, bisa saling mengerti. Sehingga kita dapat merumuskan langkah-langkah bersama ke depan supaya kita bisa memajukan bangsa dan negara ini. Itu yang diinginkan oleh KH Ma'ruf Amin.

Kapan awal dimunculkan ide tersebut?

Kapan awal dimunculkan ide tersebut?
Dialog ini kan muncul di be­berapa bulan terakhir ini sangat mengemuka. Sebenarnya ide ini sudah ada sebelum kasus Ahok, tapi memang menguat lagi setalah kasus (penistaan agama) ini.

Apa sih pentingnya acara Dialog Nasional?
Banyak masalah-masalah yang mencuat ke permukaan.

Masalah apa saja itu?
Coba saja, delapan juta orang hadir di Thamrin, ada apa ini? Bisa nggak ngumpulin orang sebanyak ini. Pakai duit berapa pun nggak bakal bisa. Tapi kenapa mereka bisa, tentu karena ada sesuatu yang mereka rasakan. Seperti teori ekonomi Jeffrey Winters yakni siapa pun yang menguasai dan mempu­nyai keungulan sumber daya material di suatu negeri maka akan otomatis mengendalikan kekuatan politik. Lalu Milton Friedman peraih nobel ekonomi juga mengatakan, jika kekuatan politik dan ekonomi bersatu akan melahirkan pemerintahan yang tirani. Tirani itu dzolim.

Jadi menurut anda Indonesia saat ini sudah seperti teori Milton Friedman itu?
Ya memang akan muncul pertanyaan, teori ini sudah ada di sini atau bagaimana ini. Masuk nggak teori ini. Diduga teori ini, ada nih di sini. Kalau be­gitu bagaimana jalan keluarnya. Toh kalau pemerintahan yang menurut Milton Friedman, pe­merintahan yang memimpin ini tirani, bahaya sekali ini. Akan terjadi chaos ini.

Lantas cara pencegahannya bagaimana?
Bagaimana caranya supaya tidak terjadi (pemerintahan yang tirani), maka harus dicegah penumpukan kekayaan pada segelintir orang. Harus dicegah ini. Yang harus kita lakukan yaitu kebijakan-kebijakan ekonomi dan politik yang dibuat oleh pemerintah harus merupakan kebijakan ekonomi yang tidak hanya menguntungkan segelintir orang saja.

Contohnya pada peraturan Bank Indonesia, selambat-lam­batnya tahun 2017, kredit atau pembiayaan yang dikucurkan oleh bank ke UMKM minimal 20 persen. Jumlah UMKM itu 99,99 persen. Berapa dapatnya itu, minimal hanya 20 persen, nah 80 persennya siapa yang dapat, ya usaha besar.

Sedangkan usaha besar jum­lahnya itu 0,01 persen. Kalau ada kebijakan ini mencerminkan keberpihakannya pada pengu­saha besar. Yang ada, pengusaha besar tambah besar, yang kecil naik sedikit. Adil nggak itu? ya nggak adil. Tapi undang-undang kita masih berpihak kepada orang kaya. Apa ini akan dibiar­kan? jangan dong. Tentu ini akan mengoyak-ngoyak persatuan bangsa.

Masalah lainnya apa?
Masalah kesenjangan sosial ekonomi, masalah hubungan antar pengikut agama, masalah yang berhubungan dengan ru­mah ibadah, masalah adanya hal-hal di tengah masyarakat yang dapat memicu konflik.

Jangan bangsa dan negara, rumah tangga saja pasti ada konflik, seperti antara suami dengan istri atau orang tua den­gan anak. Kenapa? Ya karena masing-masing punya pandan­gan, punya sikap dan pertimban­gan sendiri.

Kalau kita bahas bangsa dan negara kan juga seperti itu, kan ada beragam kelompok, masing-masing kelompok punya kepent­ingan, sehingga terjadi benturan. Baik benturan pandangan mau­pun benturan kepentingan.

Lalu apa yang akan dilaku­kan?
Ya jangan memenangkan kepentingan kelompok dan men­galahkan kepentingan kelompok lain. Ya kita mencari solusinya. Kira-kira apa ya yang terbaik jika ini situasinya.

Contohnya...
Ya seperti pendirian rumah ibadah, masing-masing agama ya wajar mereka ingin mendi­rikan rumah ibadah, dia tidak meminta bantuan, dia pakai uang dia sendiri. Pertanyaannya muncul saat kita dirikan rumah ibadah, warga sekitarnya terima atau tidak, kan belum tentu pada terima. Kami tidak akan ganggu anda, itu kan kata kita. Kata mereka apa? Mereka merasa terganggu. Oleh karena itu sejak lama KH. Ma'ruf Amin sangat mendorong peraturan bersama menteri yang mengatur pendi­rian rumah ibadah. Tujuan beliau ialah untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Lalu kira-kira siapa yang akan diundang dalam Dialog Nasional itu?
Tentunya elite-elite strategis ya. Menurut saya di negeri ini ada 10 elite strategis.

Siapa saja elite-elite itu?
Elite strategis keagamaan, elite strategis politisi, elite strategis cendikiawan, elite strat­egis profesional, elite strategis budayawan, elite strategis pen­didik, elite strategis pekerja so­sial, elite strategis birokrasi dan terakhir elite strategis TNI-Polri. Jadi petinggi dari elite strategis ini harus diundang ini. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya