Berita

Dahnil-Busyro (tengah)

Politik

Satu Tahun Kasus Siyono #MenolakLupa

KAMIS, 09 MARET 2017 | 19:58 WIB | OLEH: DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK

HARI ini Ini tepat satu tahun Siyono tewas di tangan Densus 88. Bagi saya pribadi dan Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018, kasus Siyono adalah bagian terberat dan heroik dari dakwah Muhammadiyah. Kasus Ini sekaligus menjadi jumping stone bagi kebangkitan KOKAM Pemuda Muhammadiyah memaknai ruhul ikhlas dan ruhul jihad.

Kasus Siyono menjadi pintu bagi jalan memahami "jeroan" para bandit politik di Indonesia, menggunakan alat negara melakukan stigmatisasi teroris terhadap Islam, demi kekuasaan dan mengejar rente.

Selama ini narasi tan Tafsir tunggal siapa teroris hanya di tangan Densus 88. Tangkap. Melawan. Tembak. Mati. Berikan sedikit "uang duka" dan itu adalah teroris terkait jaringan bla..bla..bla...tanpa ada upaya hukum untuk menghadirkan keadilan.


Di tangan seorang Busyro Muqqodas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, upaya mencari keadilan bagi Suratmi dan 4 putra-putri Siyono berubah menjadi gerakan besar dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingya melawan stigma dan penegakan hukum.

Ketika negara absen, Komnas HAM meminta bantuan kepada Muhammadiyah. Sebagai "Ibu" Negara, Muhammadiyah membantu, dan diinisiasilah autopsi terhadap jenazah Siyono untuk mencari kebenaran. Proses autopsi, melibatkan 9 Dokter Foreksik Muhammadiyah yang luar biasa ruhul ikhlas dan ruhul jihadnya.

Dibantu, lebih 1.200 Pasukan Kokam Jawa Tengah dan DIY yang dengan modal tauhid, ilmu dan amal mengawal seluruh proses autopsi dan memastikan keluarga Suratmi tidak lagi diteror berbagai pihak yang ingin mengubur fakta kematian Siyono. KOKAM siang malam berjaga dan membantu keamanan dan keselamatan keluarga Suratmi. Hormat saya kepada seluruh sahabat KOKAM Pemuda Muhammadiyah yang waktu itu terlibat Langsung, maupun yang melalui doa dan semangat. KOKAM sudah menjadi bagian penting dalam hidup saya, selain induk KOKAM tentunya, yakni Pemuda Muhammadiyah.

Banyak nama yang terlibat dan memberikan inspirasi luar biasa dari kasus Siyono yang tak kunjung tuntas Ini. Tapi, perkenan saya menyebut dua nama, tanpa maksud mengecilkan nama lain. Suratmi dan Busyro Muqqodas.

Suratmi memberikan pembelajaran yang luar biasa tentang makna Integritas dan kehormatan. Di tengah banyak orang Indonesia tunduk dengan uang dan ancaman, perempuan kuat ini berdiri tegak penuh kehormatan menuntut keadilan. Menolak suap 100 juta, dan menolak kalah dengan ancaman kepala desa dan ancaman lainnya dari berbagai pihak.

Busyro Muqqodas. Pria yang Sejak lama saya kagumi, dan semakin saya Kagumi ketika saya banyak mendampingi beliau dalam banyak kesempatan. Mantan Ketua KY dan Ketua KPK ini, integritasnya melangit. Wataknya profetik. Kesederhaannya membumi. Keberaniannya membaja.

Di tengah itu semua, pria ini humoris level bintang 5. Beliau yang menginspirasi dan memimpin upaya mencari keadilan terhadap Suratmi. Kami hanya melaksanakan semua instruksi beliau. Tekanan dan teror tidak menyurutkan Pak BM, mau ngancam BM hehehe. Hidupnya sudah bersahabat dengan "teror" sejak muda. Dan saya banyak belajar dari beliau.

Kini, kasus Siyono belum tuntas secara hukum. Meskipun, fakta melalui autopsi telah Komnas HAM, Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah ungkap, dimana semua yang disebutkan oleh Polisi dan Densus 88 terkait dengan penyebab kematian Siyono semuanya tidak benar.

Proses hukum pidana terus akan kita tagih, dan dugaan suap sebesar 100 juta sudah kita serahkan kepada KPK untuk diusut dan akan segera kita tagih penyelesaiannya untuk mengungkap siapa pemain rente terorisme selama Ini di Indonesia dan melawan rancang besar stigmatisasi Terorisme terhadap Islam. [***]

Penulis adalah Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya