Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hasto Kristiyanto: Kami Sudah Klarifikasi Ke Kader, Tuduhan Korupsi e-KTP Itu Tidak Benar

KAMIS, 09 MARET 2017 | 10:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Belasan nama-nama besar diduga terlibat kasus mega­proyek e-KTP. Kasus itu tengah diusut Komisi Pember­antasan Korupsi (KPK). Hari ini direncanakan Pengadi­lan Tipikor mulai menyidangkan kasus korupsi e-KTP. Beberapa nama-nama besar itu di antaranya merupakan kader PDI Perjuangan.

Bekas anggota Komisi VI DPR ini memastikan partainya sudah meminta klarifikasi ke­pada kader-kader yang namanya disebut-sebut menerima duit suap dalam pengadaan e-KTP.

Diketahui, dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yakni; Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.


Hasto menuturkan, saat ini partainya masih menunggu proses di pengadilan untuk membuktikan kabar keterlibatan kader PDI Perjuangan dalam kasus korupsi e-KTP. Jika terbukti menerima duit suap, Hasto me­mastikan kader PDIP akan di­ganjar sanksi pemecatan.Berikut penuturan lengkap Hasto;

Bagaimana sikap PDI Perjuangan terkait kasus ko­rupsi e-KTP?
Ya pada prinsipnya partai kami bertindak aktif bagaimana agar partai sesuai dengan keputusan kongres dan bagaimana partai mendorong gerakan pemberan­tasan korupsi.

Anda melihat proses huku­mnnya seperti apa?
Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk ber­tindak dengan adil, menegakkan kebenaran berdasarkan fakta-fakta materil yang memang dikumpulkan.

Dengan banyaknya nama-nama kader PDI Perjuangan yang diduga terlibat, apakah internal PDIP sendiri sudah melakukan klarifikasi dari masing-masing kader?
Ya sudah langsung melakukan klarifikasi bahkan beberapa (kader) juga sudah melakukan klarifikasi bahwa tuduhan-tudu­han itu tidak benar.

Lalu sikap partai seperti apa?
Biarkan pengadilan yang membuktikan hal tersebut.

Jika terbukti ada kader yang terlibat, apa sanksi yang akan diberikan partai?
Proses hukum masih berjalan, ya intinya kami mendukung se­luruh proses hukum sebenarnya. Bahwa telah terjadi korupsi pe­nyalahgunaan kekuasaan, partai menentang hal tersebut.

Apa akan ada sanksi peme­catan?
Tentu saja kita tidak bisa berandai-andai, tapi pengalaman selama ini bagi mereka yang ter­libat termasuk bagi yang terkena operasi tangkap tangan KPK, partai langsung memberikan sanksi yang sangat tegas yaitu berupa pemecatan.

Bagaimana dengan nama-nama kader PDI-Perjuangan yang dikaitkan dengan kasus korupsi e-KTP beredar di media sosial?
Begitu banyak yang nama yang beredar di sosmed, ada yang punya motif-motif politik, ada yang punya motif dengan pilkada, persaingan antar partai, sehingga kebenaran yang ada adalah kebenaran hukum materil itu sendiri yang akan dibuktikan di dalam pengadilan. Prinsipnya partai memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya dari Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memberantas korupsi dan partai pro aktif dalam memberi­kan dukungan kepada KPK.

Soal lain. Saat ini partai Golkar gencar mengkam­panyekan Presiden Joko Widodo menjadi calon presi­den di 2019. Bagaimana PDI Perjuangan melihat itu?
Ya Partai Golkar kan juga memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Ya jadi satu-satulah. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya