Berita

Politik

Usung 45 Perempuan Di Pilkada, Bukti PDIP Kawal Kesetaraan Gender

KAMIS, 09 MARET 2017 | 08:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2017 menjadi momentum PDIP untuk menegaskan kembali komitmen menjalankan peranan perempuan dalam pembangunan nasional di berbagai bidang, khususnya dalam berdemokrasi.

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak, Sri Rahayu mengatakan bahwa partai yang dibesut Megawati Soekarnoputri sudah konsisten mengambil langkah strategis mendorong terlaksananya kesetaraan gender. Hal ini pun sudah dibuktikan PDIP dengan meningkatkan partisipasi politik perempuan dalam perhelatan pilkada.

"Sebagai partai yang lahir dari rahim perjuangan rakyat, PDIP ada di garda terdepan dalam mengawal partisipasi aktif perempuan, termasuk dalam Pilkada Serentak 2017," ujar Sri Rahayu di Jakarta, Rabu (8/3).


Secara konkret, lanjut Sri Rahayu, pada Pilkada Serentak 2017 di 101 daerah, terdapat 45 perempuan calon kepala/wakil kepala daerah dari PDIP. Dari jumlah itu, ada 13 perempuan terpilih sebagai kepala daerah.

"Kami bersyukur telah mampu mengantarkan para kader perempuan ke tampuk kekuasaan daerah untuk berjuang di pemerintahan. Keyakinan partai bahwa pilkada adalah wahana dan bukti pembelajaran bersama rakyat dan pemimpin, dimana proses merebut kekuasaan melalui cara konstitusional, sesuai prosedur, jujur, adil, dan membanggakan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sri menegaskan bahwa momentum Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2017 menjadi refleksi bersama semua pihak dalam menjalankan kesetaraan dan demokrasi.

PDIP secara konsisten mendorong dan mengawal kebijakan-kebijakan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, termasuk kebijakan perlindungan perempuan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Telah menjadi ikhtiar Ibu Megawati Soekarnoputri dengan mendorong partisipasi politik perempuan dan selalu mendukung upaya kerjasama untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kerjasama antar negara mengenai hal tersebut," jelas Sri Rahayu.

"Hal ini juga telah dinyatakan Ibu Megawati saat bertemu dengan istri Perdana Mentri Malaysia Datin Paduka Seri Rosmah Mansor, bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi persoalan masing-masing negara, namun harus dibahas di tingkat regional (ASEAN)," pungkasnya. [ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya