Berita

Foto/Net

Politik

Pedang Emas Untuk Polri (Fakta), Berlian Untuk Iriana (Hoax)

Souvenir Raja Saudi
SELASA, 07 MARET 2017 | 10:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Cerita kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud kini berlanjut soal cinderamata alias oleh-olehnya. Kepada Polri, Raja Saudi memberikan sebilah pedang berwarna emas. Pemberian ini dibenarkan oleh Polri. Tapi, di saat bersamaan, kemarin muncul video yang menjadi viral yang menyebutkan Iriana Jokowi, istri Presiden, juga kebagian berlian dari Raja Saudi. Benarkah? Istana memastikan kabar ini hoax alias bohong.

Sebilah pedang emas yang diberikan ke Polri itu panjangnya semeter. Pedang ini diserahkan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi, Sabtu (4/3), tepatnya ketika Osama melakukan kunjungan ke Mabes Polri. Saat itu, Osama langsung ditemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pemberian pedang dilakukan setelah pertemuan. Pedang itu menjadi simbol keamanan dan pertahanan. Diharapkan Indonesia dan Arab Saudi dapat saling menjaga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengamini pemberian pedang tersebut. Pedang itu memang diberikan untuk Polri, bukan Kapolri secara pribadi. "Pedang akan disimpan di Museum Polri," ujar Rikwanto di Mabes Polri, kemarin. Dia berjanji segera melaporkan ke KPK mengenai pemberian Raja Arab itu. Namun belum dipastikan waktu pelaporannya.


Kalau soal pedang ini fakta, maka soal berlian ini jelas hoax.. Tidak tanggung-tanggung, yang difitnah adalah istri Presiden. Kabar itu beredar di hari yang sama ketika Kapolri mewakili korps baju cokelat menerima sebilah pedang emas, Sabtu (4/3). Di jejaring Youtube maupun Twitter beredar video berdurasi kurang dua menit yang diberi judul bernada provokatif : 'Ini Kalung2 Berlian Pemberian Raja Salman ke Ibu Iriana Jokowi yang Diserahkan ke KPK, Benarkah?' demikian judul video itu.

Nah, dalam video itu digambarkan deretan kotak-kotak berisi kalung perhiasan dan bingkisan dibalut kain berwarna putih. Semuanya serba mewah. Bahkan terlihat wanita berbusana muslim melintas dalam video. Dari segi suara, mereka seperti berlogat Arab. Video itu lantas menjadi viral di dunia maya. Banyak yang mempostingnya namun tidak sedikit yang merasa video itu janggal. Di Twitter, akun @clarsinn mengungkap video itu hoax dan mengganti video lama dengan judul memfitnah istri Presiden.

"Video tentang pemberian perhiasan dari raja Salman ke Iriana Jokowi, 1000% HOAX! Pake logika jgn jad BIGOT!," cuitnya.

Komentar itu disertai dengan video yang sama namun berbeda judul. Akun itu mengungkap video yang telah diposting pada 12 Februari 2017, berjudul yang jika diterjemahkan kira-kira begini: "Putri Mehr Nahyan Al Nahyan/meminta Tuhan untuk tidak melakukan hal yang merugikan." Artinya, jika akun @clarsinn benar, maka video itu bukan cinderamata untuk Iriana Jokowi.

Pasalnya, Raja Salman dan rombongan mengunjungi Indonesia 1-9 Maret. Sedangkan video itu diposting 12 Februari 2017.

Pihak Istana juga membantah kabar tentang hadiah untuk Ibu Negara. Seskab Pramono Anung menegaskan itu bohong. Menurutnya, kabar itu santer terdengar sebelum Raja Salman mendarat di Jakarta.

"Kami tidak tahu itu. Tapi yang jelas ketika semua acara yang berlangsung kebetulan semua saya mengikuti, tidak ada itu (pemberian kalung). Tidak pernah ada," tegas Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Pramono mengatakan, dia mendengar informasi yang tidak benar itu sekitar dua minggu sebelum penguasa Arab Saudi itu tiba di Tanah Air. Menurutnya, tidak ada pemberian dalam bentuk apapun yang diterima istri Presiden Jokowi. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya