Berita

Politik

DPR Bidik Mantan Direksi Pelindo II Dalam Kasus Global Bond

SENIN, 06 MARET 2017 | 19:24 WIB | LAPORAN:

Panitia Khusus (Pansus) Angket untuk Pelindo II tengah mengembangkan penyidikan kasus Global Bond (obligasi global) senilai Rp 21 triliun.

Pansus akan menjerat Direksi Pelindo II sebagai pelaku tindak pidana kejahatan korporasi.

Anggota Komisi VI DPR RI asal Fraksi Partai Demokrat, Wahyu Sanjaya, mengatakan, arah penyelidikan terhadap Direksi karena tidak melakukan perencanaan matang sehingga perusahaan milik negara harus menanggung beban bunga Rp 1 triliun per tahun.


"Kami masih melakukan investigasi untuk mendalami peran Direksi dalam dugaan kejahatan korporasi ini," kata Wahyu kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/3).

Wahyu menambahkan, bila Pansus menemukan bukti kejahatan korporasi dalam kasus ini maka DPR akan kembali memanggil mantan Direksi PT Pelindo II untuk menjalani pemeriksaan.

Wahyu mengatakan, pihaknya masih menelusuri dugaan bahwa direksi keuangan lama Pelindo II "bermain" dalam persoalan global bond. Penelusuran ini dilakukan melalui dokumen dan keterangan Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya, yang diperoleh dari rapat Pansus Pelindo II pekan lalu.

"Kami sedang mempelajari dokumen-dokumen Global Bond dari Pelindo II. Sasarannya direksi lama dan sekarang, yang mungkin terlibat karena pengambilan global bond tidak sesuai kebutuhan sehingga ada potensi kerugian negara," pungkas Wahyu

Sebelumnya, Pansus Pelindo II menemukan beberapa cacat Pelindo II. Di antaranya adalah perpanjangan JICT tanpa izin Menteri BUMN, pengadaan barang jasa, Pelabuhan New Priok dan Global Bond.

Akibatnya, mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino, ditetapkan sebagai tersangka KPK dalam kasus pengadaan alat. BPK juga menemukan pelanggaran hukum serta kerugian negara dalam Perpanjangan JICT. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya