Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud menghadiahi pedang berlapis emas kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Pasalnya, Salman menganggap mantan Kadensus 88 Antiteror itu telah berjasa terhadap Arab Saudi.
"Benar. Pak Kapolri diberi penghargaan pedang emas. Itu sebagai penghargaan dari kerjasama yang terjalin," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan, Senin (6/3).
Makna simbolis pedang emas tersebut, lanjut Rikwanto, menandakan simbol keamanan dan pertahanan.
Sehingga, diharapkan Indonesia-Arab Saudi bisa saling menjaga keamanan dan pertahanan negara.
"(Pedang emas) ini, simbol keamanan dan pertahanan," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
Pedang emas tersebut, diserahkan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi kepada Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (4/3) kemarin.
Selain penyerahan simbolis pedang emas, kedua pihak juga membahas terkait keamanan kedua negara yang telah menjalin kesepakatan lewat nota kesepahaman (MoU) beberapa waktu lalu.
"Pertemuan itu, juga membahas tentang pengaman dua negara, yakni Indonesia dan Arab Saudi," demikian Rikwanto.
Sebelumnya, institusi Polri dan Kepolisian Arab Saudi menyatukan visi dalam tugasnya sebagai institusi yang menindak setiap kejahatan.Khususnya dalam memerangi kejahatan lintas negara (combating transnational crimes).
Komitmen penanganan masalah tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Kepala Kepolisian Arab Saudi Commisaris General Othman bin Naseer Al Mehrej di rumah dinas Kapolri, Selasa (28/2) malam.
"Benar. Kerjasama yang dilakukan dalam hal penanganan di bidang combating transnational crimes," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (1/3) lalu.
[ian]