Berita

Pedang Emas Kapolri/Net

Politik

Alasan Raja Salman Hadiahi Kapolri Pedang Emas

SENIN, 06 MARET 2017 | 14:55 WIB | LAPORAN:

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud menghadiahi pedang berlapis emas kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Pasalnya, Salman menganggap mantan Kadensus 88 Antiteror itu telah berjasa terhadap Arab Saudi.

"Benar. Pak Kapolri diberi penghargaan pedang emas. Itu sebagai penghargaan dari kerjasama yang terjalin," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan, Senin (6/3).


Makna simbolis pedang emas tersebut, lanjut Rikwanto, menandakan simbol keamanan dan pertahanan.

Sehingga, diharapkan Indonesia-Arab Saudi bisa saling menjaga keamanan dan pertahanan negara.

"(Pedang emas) ini, simbol keamanan dan pertahanan," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Pedang emas tersebut, diserahkan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi kepada Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (4/3) kemarin.

Selain penyerahan simbolis pedang emas, kedua pihak juga membahas terkait keamanan kedua negara yang telah menjalin kesepakatan lewat nota kesepahaman (MoU) beberapa waktu lalu.

"Pertemuan itu, juga membahas tentang pengaman dua negara, yakni Indonesia dan Arab Saudi," demikian Rikwanto.

Sebelumnya, institusi Polri dan Kepolisian Arab Saudi menyatukan visi dalam tugasnya sebagai institusi yang menindak setiap kejahatan.Khususnya dalam memerangi kejahatan lintas negara (combating transnational crimes).

Komitmen penanganan masalah tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Kepala Kepolisian Arab Saudi Commisaris General Othman bin Naseer Al Mehrej di rumah dinas Kapolri, Selasa (28/2) malam.

"Benar. Kerjasama yang dilakukan dalam hal penanganan di bidang combating transnational crimes," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (1/3) lalu. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya