Berita

Lukman Hakim Saifuddin/Net

Wawancara

WAWANCARA

Lukman Hakim Saifuddin: Seluruh Dana Haji Bakal Dikelola BPKH, Tidak Digunakan Untuk Infrastruktur

SENIN, 06 MARET 2017 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Putra bekas Menteri Agama Saifuddin Zuhri ini menjelaskan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang akan diben­tuk pemerintah merupakan ba­dan sendiri yang terlepas dari Kementerian Agama. Nantinya tugas BPKH adalah mengelola dana haji. Berikut penjelasan Menteri Lukman Hakim;

Apa sih tujuan pembentu­kan dari BPKH ini?

Untuk memperkuat struk­tur kelembagaan Kementerian Agama. Jadi ini yang dalam wak­tu dekat akan segera kita isi.

Kapan akan dibentuknya?

Kapan akan dibentuknya?
Tahun ini juga kita akan mengisi, ada BPKH.

Nantinya yang menjadi ang­gota BPKH siapa saja?

Ini nanti yang akan kita isi dengan orang-orang yang kom­peten yang diseleksi melalui pansel yang sudah bekerja saat ini. Saat ini pansel sudah mendekati akhir dari tahapan proses seleksi.

Sudah di tahap apa pemben­tukan BPKH?

BPKH sekarang sudah menje­lang akhir. Sekarang sudah me­masuki tahap wawancara oleh panitia seleksi kepada semua calon yang ada.

Jadi sekarang sedang dilaku­kan wawancara pada sejumlah calon yang sudah lolos asess­ment yang sudah lolos psikotes dan beberapa persyaratan sebe­lumnya.

Lalu kapan akan ditentu­kan?
Mungkin tinggal menunggu hari, untuk lalu Pansel tinggal menetapkan sejumlah nama-nama yang memang sudah me­menuhi kualiifikasi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama ini akan segera kita dapatkan.

Setelah itu langsung diserahkan ke Presiden?
Iya, nantinya akan diserahkan kepada Presiden sehingga dapat ditetapkan oleh Presiden.

Sebenarnya apa sih tugas utama BPKH itu?
Jadi nanti seluruh dana haji akan dikelola oleh BPKH yang merupakan badan tersendiri yang sama sekali terlepas dari Kementerian Agama.

Ada isu yang beredar bahwa keuangan haji digunakan untuk biaya pembangunan infrastruktur. Betul begitu?
Sama sekali nggak betul. Itu tidak ada kalau dana haji digu­nakan untuk infrastruktur.

Soal lain. Saat menerima kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud baru-baru ini apakah isu terkait san­tunan bagi korban insiden crane di Masjidil Haram ikut dibicarakan?
Pemerintah Saudi Arabia telah berjanji bahwa ini akan menjadi prioritas mereka juga.

Lantas mengapa hingga kini dana santunan itu belum juga cair?
Ya memang prosesnya masih menunggu, karena ada beberapa negara yang belum lengkap data-datanya. Baik data-data yang terkait dengan data kor­bannya maupun data ahli waris yang akan menerima santunan tersebut.

Indonesia sudah sejak be­berapa bulan lalu siap dengan data-data itu, tapi karena negara lainnya belum, maka (Indonesia) terpaksa harus menunggu (neg­ara lain yang belum lengkap datanya).

Kenapa tidak disalurkan sa­ja untuk korban di Indonesia terlebih dahulu?
Nah, pemerintah Saudi Arabia menghendaki serantak pe­nyaluran santunan tersebut. Jadi inilah perkembangannya sejauh ini.

Lalu apa saja yang dilakukan pemerintah sambil menunggu negara lain meleng­kapi datanya?
Iya, kita melalui konsulat jenderal dan Kedutaan Besar Republik Indonesia kita yang ada di Riyadh terus memonitor perkembangan terkait dengan pencairan dana (santunan korban crane) ini.

Berarti sudah dipastikan dong bahwa dana santunan itu ada dan akan diberikan ke­pada para korban crane oleh pemeritah Arab Saudi?
Tentu ada, karena itu meru­pakan janji raja Arab Saudi. Hanya saja ada persoalan yaitu masih harus menunggu negara lain melengkapi data-data. ***

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya