Diam-diam, Fraksi Partai Gerindra masih berharap mendapat jatah pimpinan MPR dalam revisi UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD alias MD3 yang tengah digarap DPR. Namun, Gerindra masih sedikit malu-malu untuk memperjuangkan "kue" tersebut.
‎Revisi ini awalnya hanya sekadar untuk mengakomodir PDIP sebagai pertai pemenang Pemilu untuk turut menikmati kursi pimpinan DPR dan MPR. Namun, Gerindra merasa ikut berhak mendapatkan kursi pimpinan MPR. Sebab, saat ini Gerindra cuma dapat jatah wakil ketua DPR.
Anggota Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria berasalan, penambahan ‎kursi itu agar lebih adil dan merata. Pihaknya mengusulkan dalam revisi itu ada penambahan masing-masing dua kursi untuk pimpinan DPR dan MPR.
"Kesepakatan pertama itu tambah satu (kursi pimpinan DPR) untuk PDIP. Momen berkembang tambah satu lagi. Kemungkinan untuk PKB. Di MPR juga begitu. Kesepakatan pertama PDIP. Satunya lagi Gerindra. Kan Gerindra belum dapat. Tapi semua masih dalam pembahasan," ucap Wakil Ketua Komisi II DPR ini, Minggu (5/3).
Menurutnya, format tersebut cukup adil. Makanya, dia
pede fraksi-fraksi lain akan setuju.
"InsyaAllah nggak berubah. Mudah-mudahan nggak berubah," ucap Riza Patria.
Untuk proses revisinya sendiri, sebenarnya masih jalan di tempat. Sampai saat ini, Dewan masih menunggu Surat Presiden (Surpres) mengenai wakil pemerintah yang ditunjuk untuk bareng-bareng membahas revisi itu bareng Dewan.
[rus]