Berita

RMOL

Politik

Sekjen PDIP: Jalan Politik Kita Bukan Dengan Menghina

SABTU, 04 MARET 2017 | 18:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Posisi ideologi PDI Perjuangan sebagai pelopor dan partai ideologis yang menjadikan Pancasila ruh perjuangan diteruskan dalam kebijakan Presiden Joko Widodo dengan menetapkan 1 Juni sebagai Hari Pancasila.

Demikian disampailan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat penutupan Rapat Kerja Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi yang dihadiri 20 DPD Repdem, di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta (Sabtu, 4/3).

Kepada para kader Repdem, Hasto mengatakan bahwa mata rantai sejarah perjuangan kemerdekaan disusun sejak ratusan tahun lamanya. Dan Proklamator Bung Karno menegaskan bahwa hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berhasil.


"Karena itu, seluruh kader Repdem harus ingat dan tanamkan dalam-dalam bahwa semangat Berdikari, budaya gotong royong harus dijalankan dalam jengkal-jengkal perjuangan," ucapnya.

Hasto meyakini, langkah Repdem dengan semua kekuatannya akan tegap dan kuat untuk bercengkrama bersama masyarakat di bawah.

"Repdem harus terjun langsung bersama-sama dengan rakyat. Mendatangi masyarakat dengan semangat gotong royong, persatuan, dan menjalankan penuh ideologi Pancasila," ujarnya.

Ideologi perjuangan PDIP juga sudah dirumuskan dengan baik, di mana Pancasila menjadi dasar kekuatan.

"Hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri yang akan berhasil. Semangat ini menjadi kekuatan Repdem," kata Hasto.

Menurut Hasto, sikap tak diam melihat ketidakkeadilan merupakan pengamalan dari Pancasila yang digali dari bumi Indonesia, menjadi ideologi bangsa.

"Jangan hanya sekadar berucap. Tapi penting diamalkan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Jalan politik kita yang berkeadaban. Bukan menang-menangan, apalagi menghina. Bung Karno memperjuangkan kepentingan bangsa. Mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara," bebernya.

‎Dia pun mencontohkan salah satu sikap negarawan Bung Karno saat membangun Masjid Istiqlal. Menurutnya, proklamator tersebut tidak memandang suku maupun agama dari arsitek yang membangun salah satu bangunan kebanggaan Indonesia.

"Arstitekturnya Silaban beragama Kristen, termegah di Asia (ketika itu). Bung Karno juga membangun peradaban Islam‎. Jadi kita tunjukkan nilai Ketuhanan dengan PDIP membumikan Pancasila. Nilai Ketuhanan itu artinya tak ada egoisme antar manusia. Yang ada semangat musyawarah dan kebersamaan," tegas Hasto. [wah]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya