Berita

Net

Politik

Investasi Saudi Kecil, Istana Pastikan Indonesia Bukan Negara Pengemis

SABTU, 04 MARET 2017 | 16:20 WIB | LAPORAN:

Nilai investasi yang dibawa Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia di luar ekspektasi pemerintah.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung sempat mengungkapkan bahwa investasi negara tersebut untuk Indonesia bisa jadi mencapai USD 25 miliar atau sekitar Rp 333 triliun.

Bahkan dalam kerja sama dibidang perminyakan, investasi yang didapat Indonesia masih di bawah investasi Saudi ke Malaysia yakni sebesar USD 7 miliar, sementara Indonesia hanya USD 6 miliar. Meski demikian, Indonesia mendapatkan dana tambahan dari komitmen kontribusi pendanaan Saudi terhadap pembiayaan proyek pembangunan yang mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,3 triliun.


Menanggapi hal tersebut, Divisi Komunikasi Kantor Staf Presiden Jojo Raharjo menilai bahwa investasi yang didapat Indonesia dari Saudi bisa meningkat seiring berjalannya hubungan yang harmonis antar dua negara. Menurutnya, selama ini, hubungan Indonesia-Saudi mengalami naik turun, yang dimulai dengan hukuman mati terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) dan moratorium TKI ke negara-negara Timur Tengah yang salah satunya adalah Saudi.

"Kita itu bukan negara pengemis, nilai investasi bisa kita kawal bersama," ungkapnya dalam diskusi bertajuk 'Investasi dari Lawatan King Size' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (4/3).

Lanjut Jojo, kunjungan Raja Salman ke Indonesia merupakan sejarah baru setelah 47 tahun lalu Raja Faisal menyambangi Indonesia.

Meski selama ini hubungan kedua negara berjalan dengan baik, namun kunjungan Raja Salman merupakan sejarah baru bagi Indonesia. Sebab belum ada pemimpin negara yang melakukan kunjungan selama sembilan hari di Indonesia.

"Ini adalah kunjungan bersejarah, dan ada 11 komitmen yang disepakati di Istana Bogor kemarin. Dan ini harus kita dorong bersama-sama harus dikawal realisasi kerja sama yang disepakati," tegas Jojo. [wah]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya