Kunjungan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia menarik perhatian publik. Bahkan sebelum kedatangan, media massa di Tanah Air telah marak dalam melakukan pemberitaan. Mulai dari target lamanya kunjungan, jumlah rombongan, hingga keuntungan yang akan didapat Indonesia.
Divisi Komunikasi Kantor Staf Presiden Jojo Raharjo menjelaskan bahwa kedatangan Raja Salman menjadi pemberitaan halaman depan banyak media cetak di Tanah Air.
Menurutnya, euforia media yang memberitakan kedatangan Raja Salman sangat beragam. Seperti judul 'Babak Penting RI-Arab Saudi' yang menjadi pemberitaan utama Harian Kompas pada 2 Maret lalu. Kemudian 'Hadirkan Wajah Islam Moderat' pada 3 Maret setelah Raja Salman dan Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh Agama.
"Ada beberapa hal yang menurut saya ini euforia," ujar Jojo dalam diskusi bertajuk 'Investasi dari Lawatan King Size' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (4/3).
Koran berbahasa Inggris Jakarta post juga demikian, walaupun membuat judul lebih keras 'No Big Deals From King Visit' pada 2 Maret. Media Indonesia juga sama memuat judul 'RI-Saudi Membangun Aliansi Strategis' pada 3 Maret. Begitu juga dengan Koran Sindo yang menulis judul 'Era Baru Indonesia-Arab Saudi' pada 2 Maret.
Menariknya, pada 2 Maret, Harian Rakyat Merdeka memuat judul yang bernada sindiran dengan menulis 'Raja Salman Disambut Hujan Deras, Bajunya Basah Proyeknya Kering'. Menurut Jojo, hujan deras saat kedatangan Raja Salman di Istana Bogor tidak direkayasa. Namun, Raja Salman yang satu mobil dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin justru terharu dan mengapresiasi adanya anak-anak sekolah yang turut menyambut kedatangannya.
"Itu kejam sekali menurut saya. Pada 3 Maret, Rakyat Merdeka juga menulis judul yang seperti itu 'Soal Kuota Haji dan TKI, Nov Nodong Apa Raja Arab Ngeh," ujar Jojo.
[wah]