Berita

Antonio Guterres/Net

Dunia

Permintaan Sekjen PBB Dikangkangi, Polisario Intensifkan Provokasi

JUMAT, 03 MARET 2017 | 12:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelompok separatis Polisario yang didukung Aljazair terus meningkatkan provokasi mereka di Guerguerat, selatan Maroko, dan sama sekali tidak mengindahkan perintah PBB agar mereka angkat kaki dari kawasan itu.

Menyusul pembicaraan via telepon antara Raja Muhammad VI dan Sekjen PBB Antonio Guterres, pada hari Minggu (26/2), Maroko memutuskan untuk menarik mundur pasukan dari wilayah yang sebenarnya milik Maroko itu.

Di dalam pembicaraan dengan Raja Maroko, Sekjen PBB mengatakan dirinya sangat peduli dan menaruh perhatian dalam pada ketegangan yang sedang terjadi di Guerguerat.


Di sisi lain, Polisario justru sebaliknya, terlihat tidak memperdulikan seruan PBB itu. Bahkan, keputusan Maroko menarik mundur pasukan justru digunakan Polisario untuk melakukan sejumlah aksi ilegal.

Menurut harian Al Alam yang merupakan corong Partai Istiqlal, milisi Polisario memeriksa paspor pengguna jalan yang menuju Mauritania, dan menahan paspor-paspor Maroko.

Masih menurut harian ini, manuver Polisario itu sebagai reaksi atas keberhasilan Maroko kembali menjadi anggota Uni Afrika, dan di saat bersamaan, bentuk kekesalan karena kegagalan Polisario menghentikan upaya Maroko kembali ke Uni Afrika.

Sehari setelah Maroko menarik pasukan, PBB menyampaikan penghargaan yang tinggi.

Jurubicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com mengatakan, "Kami tentu saja menyambut baik penarikan mundur Maroko itu dan kami melihatnya sebagai gerakan yang positif."

Prancis dan Spanyol juga ikut memberikan pujian atas kepatuhan Maroko mengikuti permintaan PBB demi menciptakan perdamaian di kawasan itu. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya