Berita

Dunia

Kini China Masuk ke Afrika Lewat Maroko

JUMAT, 03 MARET 2017 | 01:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kerajaan Maroko akan menjadi salah satu pintu gerbang investasi China ke Afrika seiring dengan peningkatan hubungan kedua negara. Bagi investor-investor kelas kakap China, kota terbesar di Maroko, Kasablanka, semakin mendapat tempat yang istimewa.

Demikian disebutkan dalam sebuah artikel di mingguan yang terbit di AS, Diplomat. Menurut artikel yang ditulis Joseph Hammond itu, reputasi Kasablanka yang semakin moncer di kalangan investor China itu didukung oleh kenyataan bahwa pada tahun ini posisi Kasablanka di Global Finacial Centers Index melampaui Johannesburg.

Hammond menambahkan, hanya sedikit negara yang bisa melakukan apa yang barusan saja dilakukan Maroko ini.


"Bank-bank Maroko tertarik pada Cina, dan bank-bank Cina juga tertarik oada Maroko. Bank of China, lembaga keuangan tertua China, membuka cabang pertama di Maroko tahun ini. Bank ini berusaha untuk mengelola keterlibatannya di berbagai pasar di Afrika melalui Kasablanka," katanya seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com.

Di sisi lain, Bank Maroko BMCE baru-baru ini juga membuka cabang penuh di Shanghai.

Hammond mengutip pernyataan CEO BMCE, Brahim Benjelloun Touimi, yang mengatakan bahwa mereka membuka cabang di China karena Afrika.

Touimi juga merupakan CEO Bank of Africa.

Hammond juga mengingatkan bahwa Maroko semakin agresif menggelar berbagai pertemuan internasional berskala massif. Misalnya di tahun lalu, Marrakesh menjadi tuan rumah KTT Pengusaha China-Maroko, diikuti dengan penyelenggaraan KTT perubahan iklim PBB.

“Forum-forum serupa itu akan terus diselenggarakan di masa depan,” tulisnya lagi.

Masih disebutkan Hammond, hal lain yang ikut mempengaruhi keberhasilan Maroko menjadi pintu gerbang investasi asing di Afrika, khususnya China, adalah peran aktif Raja Muhammad VI di Afrika. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya