Berita

Foto/RMOL

Politik

Wantimpres Akan Sampaikan IRI Ke Presiden

KAMIS, 02 MARET 2017 | 16:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyambut baik konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI). Wantimpres menilai IRI sebagai pendekatan kemakmuran baru bagi Indonesia dapat diimplementasikan.

"Saya pikir ide ini (IRI) dapat diimplementasikan dan sejalan dengan fokus perhatian Presiden saat ini, yakni mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial," ujar anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto di Gedung Wantimpres, Jakarta, Rabu (1/3).

Pernyataan itu disampaikan Sidarto ketika menerima Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (Purn) Kiki Syahnakri dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada-Gerakan Satu Bangsa, AM Putut Prabantoro. Di berbagai kesempatan Kiki menyampaikan PPAD mendukung dan berharap IRI yang digagas Gerakan Ekayastra Unmada yang anggotanya para wartawan, bisa diwujudkan.


Sidarto mengatakan tim di Wantimpres yang terdiri dari para ilmuwan akan segera membuat naskah pertimbangan tentang IRI untuk disampaikan ke Presiden Jokowi.

"Kita akan sampaikan pada kesempatan pertama. Memang bahan pertimbangan itu hanya tiga halaman. Tetapi, biasanya Presiden Jokowi memberikan waktu yang cukup kepada Wantimpres untuk membicarakan pertimbangan yang diberikan," ujar Sidarto.

Sidarto meyakinkan selama ini Presiden Jokowi selalu memperhatikan dan menindaklanjuti apa saja yang telah disampaikan oleh Wantimpres.

"Saya berterima kasih kepada Pak Kiki dan Pak Putut serta rekan-rekan atas konsep yang idealis ini. Kita juga beruntung memiliki Presiden yang mau menerima keluh kesah. Apalagi, yang datang ke sini (Wantimpres) biasanya orang-orang yang idealis," tuturnya.
 
Sidarto menekankan bahwa dalam rapat-rapat terakhir Wantimpres, Presiden Jokowi selalu menekankan soal kesejahteraan dan keadilan sosial. Apalagi, ujarnya, fakta di Indonesia saat ini sumber daya alam dikuasai oleh hanya 1 persen rakyat Indonesia.
 
"Bahkan, yang terakhir, Presiden Jokowi berbicara lagi tentang kesejahteraan dan keadilan sosial ini. Menurut saya, yang disampaikan ini (IRI) sebenarnya nyambung dengan arahan Presiden, yang prihatin dengan kondisi kesenjangan sosial yang masih cukup lebar. Jadi, betul, ini priority beliau," katanya.

Selain Sidarto hadir pada pertemuan itu Ketua Wantimpres Sri Adiningsih, anggota Wantimpres Suharso Monoarfa, Sekretaris Wantimpres IGK Manila dan Sekretaris Anggota Wantimpres Julie Trisnadewani.

Turut hadir pula Prof DR Munawar Ismail DEA (Universitas Brawijaya), Prof DR HB Isyandi, MSc (Universitas Riau) dan DR Ir Bernaulus Saragih MSc (Universitas Mulawarman), tiga dari 14 profesor dan doktor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mendukung konsep IRI, serta wartawan senior Asni Ovier (Suara Pembaruan), Gora L Kunjana (Investor Daily) dan Ade Mulyana (Rakyat Merdeka Online).

Adapun 11 akademisi lain yang ikut mendukung IRI yakni Prof Dr Ir Darsono MS (Universitas Sebelas Maret, Surakarta), Dr Syamsudin (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Prof Mudrajad Kuncoro PhD (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta), Dr Y Sri Susilo MSi (Universitas Atma Jaya Yogyakarta), Dr D Wahyu Aryani MT (Universitas Maranatha Bandung), Prof Dr Djoko Mursinto MEc (Universitas Airlangga Surabaya), Prof Dr Tulus Tambunan (Universitas Tri Sakti Jakarta), Sari Wahyuni MSc PhD (Universitas Indonesia Jakarta), Winata Wira SE MEc (Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepri), Dr Agus Trihatmoko (Universitas Surakarta), Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE (Universitas Andalas, Padang).[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya