Berita

Haris Rusly Moti/Net

Politik

Modal Tak Mengenal Agama

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 09:42 WIB | OLEH: HARIS RUSLY MOTI

ADA tiga peristiwa penting dalam dua pekan ini.

Pertama, kunjungan Perdana Menteri Israel untuk pertama kali di Australia. Perlu jadi bahan renungan.

Kedua, kunjungan Raja Saudi ke Indonesia untuk kedua kali setelah 40-an tahun yang lalu.


Ketiga, kunjungan Presiden Jokowi ke Australia yang bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel ke Australia.

Jika kedatangan Jokowi ke Australia di saat Perdana Menteri Israel belum mengakhiri kunjungannya, maka patut dicurigai apakah ada pertemuan kedua petinggi ini di negeri Kanguru.

Tiga peristiwa ini sangat penting diselidiki dan dianalisa. Karena, di luar dari keributan kita soal Islam vs non Islam, Barat vs Timur, Arab vs Cina di DKI, Pribumi vs Non Pribumi, juga isu PKI bangkit (entah bagaimana caranya bangkit, aku sendiri juga bingung), bagaimana bisa bisa bangkit itu komunis di dalam dunia digital yang mengakhiri batas kelas sosial, bahkan batas negara.

Karena itu, harus disadari, sesungguhnya modal tak mengenal keyakinan, tak mengenal ras, tak mengenal agama, tak mengenai negara, dan warga negara.

Tak ada yang menduga bahwa aliran modal Saudi Islam banyak membesarkan Amerika yang Kristen dan Cina komunis atheis di awalnya. Tak ada yang menduga bahwa aliran minyak murah Iran banyak mengguyur Cina yang mendorong pertumbuhan ekonomi Cina.

Tentu juga tak ada yang menduga persekutuan Raja Saudi yang Islam dengan Ratu Inggris yang Nasrani bersama Amerika yang Kristen dan Israel yang Yahudi dalam memainkan rezim petro dollar dan mengobarkan perang di wilayah TimTeng, untuk tujuan mendorong tinggi harga minyak dan dolar sebagai alat tukar dan alat ukur.

Situasi ekspansi modal besar dari berbagai kutub, barat, timur dan utara, perlu menjadi perhatian kaum muda...Mau di bawa ke mana negeri ini di era Jokowi?

Apakah seperti era kolonial, membangun infrastruktur yang diperdagangkan, memuluskan transportasi produk nya kapitalis, lalu jalan tol berbayar, pelabuhan berbayar, semua infrastruktur dibangun untuk dibisniskan, semuanya berbayar, tidak untuk kemaslahatan rakyat, rakyat tetap nyeker dan jadi kuli.

Baca kembali Indonesia Menggugat Bung Karno, baca Kembali di Bawah Bendera Revolusi, agar kita bisa memahami keadaan yang sedang dan akan berlangsung.

Buka kaca mata perang dingin, perhatikan keadaan yang baru, sedang berlangsung. Jangan terjebak dalam mainan isu lama yang emosional untuk menutupi perampokan dan penjajahan yang sedang berlangsung.[***]


Aktivis Petis 28


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya