Berita

Patrialis Akbar/Net

Hukum

Pansel Hakim Konstitusi Harus Lihat Secara Utuh Arti Negarawan

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 19:57 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengharapkan pengganti Patrialis Akbar yang tersandung kasus skorupsi bukan dari pihak-pihak yang terlibat politik golongan.

Meski undang-undang calon hakim MK tidak mengatur larangan politisi menjadi hakim konstitusi, namun Jimly berharap agar panitia seleksi bisa menerjemahkan maksud dari hakim MK adalah seorang negarawan.

"Jadi, negarawan itu harus lebih utuh dilihatnya. Jangan hanya mempertimbangkan syarat dalam hukum," ujar Jimly kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (25/2).


Menurutnya, seorang negarawan bukanlah pihak yang terlibat dalam politik golongan. Lawan kata dari negarawan adalah politisi. Meski demikian, bukan berarti politisi tidak pantas untuk menjadi hakim MK. Seorang akademisi yang tidak memiliki pengalaman dalam bernegara juga akan kesulitan menjabat hakim MK.

"Jadi kita memerlukan seorang yang bisa betul-betul dipercaya. Dia memikirkan kepentingan bangsa dan negara, bukan membawa misi golongan politiknya," tegas Jimly. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya