Berita

Patrialis Akbar/Net

Hukum

Tidak Masalah Hakim MK Cuma Delapan

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dengan jumlah delapan orang sudah lebih dari cukup untuk menyidangkan segala perkara yang masuk.

Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie mengatakan, panitia seleksi hakim konstitusi tidak perlu terburu-buru untuk mecari pengganti Patrialis Akbar yang terseret kasus suap terkait uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"MK kan biasanya tujuh orang, kalau dia delapan itu lebih dari cukup. Menurut aturan harus minimal tujuh orang keputusan, nah ini mereka ada delapan," ujarnya dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema 'Kebebasan. Demokrasi. Kebablasan.' di kawasan Menteng, Jakarta (Sabtu, 25/2).


Menurut Jimly, delapan hakim MK masih bisa menjalankan sidang perkara. Meski demikian, delapan hakim diharapkan bisa menjaga kesehatan dan mengurangi acara di luar agenda persidangan.

"Jadi yang rekruitmen satu calon tidak usah tergesa-gesa. Hanya karena ini terburu-buru nyarinya sembarangan. Ini tidak ada masalah kok tujuh orang sudah bisa, apalagi sekarang delapan," pungkas pakar hukum tata negara tersebut. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya