Berita

Patrialis Akbar/net

Hukum

Patrialis Bilang Rekan-rekannya Di MK Bersih

RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 21:46 WIB | LAPORAN:

. Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar, menyebut para koleganya di MK tidak ikut-ikutan dalam kasus dugaan suap terkait uji materi UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menurut Patrialis, delapan hakim MK lainnya bersih dari dugaan terlibat dalam kasus yang menjeratnya.

"Insya Allah enggak ada. MK itu clear. Sahabat saya, hakim-hakim MK, Insya Allah kita semua baik-baik. Semua hakim MK baik-baik, bagus-bagus," ujarnya usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (22/2).


Saat disinggung mengenai perpindahan draf putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 tentang UU Peternakan Dan Kesehatan Hewan kepada tersangka Kamaludin, Patrialis enggan menjawab. Ia tegaskan, semua penjelasannya mengenai kasus tersebut akan dibuka di persidangan mendatang.

"Nantilah di pengadilan saja," pungkas mantan Menteri Hukum dan HAM itu.

Dalam hasil pemeriksaan Majelis Kehormatan MK, Patrialis disebut memerintahkan Sekretaris Yudisial yang bernama Surya Gilang Romadhon untuk meminta draf putusan uji materi UU 41/2014 kepada Panitera Pengganti, Ery Satria Pamungkas.

Setelah mendapatkan draf tersebut, Patrialis mengizinkan Kamaludin untuk memfotonya sebanyak dua kali. Hal ini jugalah yang membuat dokumen rahasia MK itu cepat berpindah tangan ke tersangka Basuki Hariman.

Akibat perbuatannya itu, Majelis Kehormatan MK memberhentikan Patrialis secara tidak hormat. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya