Berita

Foto/Net

Hukum

Boy Rafli: Akses Ketemu Siti Aisyah Masih Terbatas

RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 10:46 WIB | LAPORAN:

Polri masih belum mendapat akses untuk bisa menemui Siti Aisyah, tersangka pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia.

Pasalnya, otoritas Kepolisian Malaysia tengah mendalami kasus yang menyeret wanita yang diduga sebagai WNI itu.

"Saat ini akses masih terbatas. Ada personel di Kuala Lumpur, Malaysia, bersama staf KBRI, siap memberikan bantuan hukum pada Siti Aisyah," ujar Kediv Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di kantornya, Jakarta, Rabu (22/2).


Menurut Boy, Indonesia sudah menyiapkan tim advokasi untuk Siti Aisyah. Namun, karena pihak Polri belum dapat menemui tersangka, salah satu upaya konkrit yang bisa dilakukan Indonesia adalah melaksanakan komunikasi perihal perkembangan penyidikan Polisi Malaysia.

"Pertama advokasi. Kita ada atase kepolisian yang dalam kerja sama internasional saling bertukar informasi. Jadi, bantuannya akses komunikasi dan informasi," urai mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Sebelumnya, Siti Aisyah menjadi tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Siti ditangkap saat sedang berada di sebuah hotel, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (16/2) waktu setempat

Selain Siti, seorang warga negara Vietnam, Doan Thi Huong, ikut ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh otoritas Kepolisian Malaysia, di bandara Kuala Lumpur, Rabu (15/2). [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya