Berita

Ahok/Net

Hukum

Komisi III: Hukum Tumpul Ke Ahok Dan Tajam Ke Ulama

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 17:25 WIB | LAPORAN:

Penegak hukum dinilai memberi perlakuan istimewa kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibandingkan dengan para pelaku penistaan agama seperti Arswendo maupun Lia Eden.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al Habsy, para pelaku penistaan agama selalu ditangkap dan ditahan. Kondisi itu berbeda dengan yang dialami Ahok yang bebas berkeliaran, dan bahkan diaktifkan kembali sebagai gubernur meski berstatus terdakwa dalam kasus penistaan agama.

"Hal ini yang dilihat oleh publik sebagai sebuah permasalahan," ujarnya saat menerima delegasi Forum Umat Islam (FUI) di Gedung DPR, Jakarta (Selasa, 21/2).


Aboe Bakar menjelaskan, perlakuan tidak adil juga terlihat ketika aparat dengan semangat memproses hukum para ulama yang sebagian besar mengikuti Aksi Bela Islam. Dia menilai wajar jika umat muslim menilai ada perlakuan istimewa terhadap Ahok oleh penegak hukum.

"Ini juga hal yang aneh. Publik pun akhirnya membandingkan dengan aliran dana ke Teman Ahok yang kerap disebut hingga Rp 30 miliar. Kenapa tidak mendapatkan perlakukan serupa," katanya.

Aboe Bakar kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang menjadi amanat UUD 1945. Karena itu negara harus mengutamakan keadilan sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila.

"Harus kita antisisipasi hal ini. Jangan sampai akhirnya masyarakat menyimpulkan hukum tumpul ke Ahok dan tajam ke ulama. Kalau sampai ada kesimpulan seperti itu di hati masyarakat bisa bahaya sekali," tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. [wah] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya