Berita

Hukum

Kuasa Hukum Melihat Kriminalisasi Geo Dipa Makin Jelas

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 16:43 WIB | LAPORAN:

Indikasi kriminalisasi terhadap BUMN PT Geo Dipa Energi (Persero) semakin terlihat jelas. Karena tidak ada satu pun keterangan saksi dari PT Bumigas Energi yang dapat membuktikan terjadinya penipuan yang diduga dilakukan oleh terdakwa maupun Geo Dipa.

"Perlu kami sampaikan kembali, apabila kriminalisasi yang tanpa dasar ini dibiarkan dan dikuatkan oleh putusan pengadilan hal ini tentunya akan menjadi preseden buruk bagi usaha pengusahaan panas bumi dan penegakan hukum di Indonesia," beber Heru Mardijarto kepada wartawan di Jakarta (Selasa, 21/2).

Heru dari Kantor Hukum Makarim & Taira didampingi Lia Alizia dan Rudy Andreas Halomoan Sitorus selaku tim kuasa hukum Samsudin Warsa, mantan direktur utama Geo Dipa memberikan tanggapan atas kesaksian dari Bumigas.


Menurut Heru, tidak ada satupun keterangan saksi yang diperiksa pada persidangan dapat membuktikan terjadinya penipuan yang diduga dilakukan oleh terdakwa maupun Geo Dipa. Majelis Hakim seharusnya dapat melihat bahwa dakwaan jaksa penuntut umum tidak berdasar, karena tidak ada satu pun saksi yang dapat membuktikan adanya tindak pidana penipuan yang dilakukan terdakwa atau Geo Dipa.

"Oleh karena itu kami akan terus memperjuangan hak-hak klien kami di dalam proses persidangan selanjutnya. Sesuai dengan bukti-bukti dan fakta-fakta hukum yang sebenarnya terjadi demi tegaknya keadilan dan kebenaran terhadap klien kami," jelasnya.

Heru berpendapat apabila kriminalisasi terhadap BUMN dibiarkan maka seluruh direksi, dewan komisaris, serta pemegang saham Geo Dipa dan PT Pertamina Geothermal Energi pun dapat dilaporkan pidana oleh pihak lain. Dengan maksud merebut dan mengambil wilayah pengusahaan panas bumi secara melawan hukum.

"Hal demikian akan menjadi preseden buruk bagi usaha pengusahaan panas bumi dan penegakan hukum di Indonesia," katanya.

Selain itu, lanjut Heru, hal terebut tentu akan menghambat program pemerintah untuk ketahanan energi listrik 35.000 Megawatt. Sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo. Apalagi, saat ini PLTP Dieng dan PLTP Patuha telah ditetapkan sebagai salah satu obyek vital nasional karena yang dipermasalahkan dalam perkara termasuk dalam program pemerintah.

Seperti diketahui, pada Senin kemarin (20/2), persidangan ke enam perkara pidana Samsudin Warsa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pemeriksaan saksi yang diajukan penuntut umum. Semua saksi dari pihak Bumigas yaitu mantan Managing Director Agus Setiabudi, mantan Presiden Direktur Hariono Moeliawan, dan mantan Komisaris Victor Indrajana. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya