Berita

Foto: Istimewa

Politik

Gema Indonesia: Waspadai Politisasi Agama

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 04:12 WIB | LAPORAN:

RMOL. Semua pihak harus dapat menahan diri dalam mengkritisi kasus dugaan penistaan agama yang membelit Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Pengerahan massa seharusnya tidak perlu dilakukan dalam menyikapi masalah tersebut.

Begitu dikatakan koordinator Gerakan Mahasiswa Indonesia (GEMA Indonesia) Yusuf Aryadi di Jakarta, Senin (20/2).

Pernyataan itu sekaligus menyikapi aksi dari Forum Umat Islam yang rencananya dilakukan hari ini di Gedung DPR RI, Jakarta.


"Kami menghimbau semua pihak untuk menahan diri. Tidak perlu dengan pengerahan massa untuk sekedar menunjukkan bahwa punya massa. Selesaikan secara gentle melalui Pilkada putaran kedua," terangnya.

Gema Indonesia adalah gabungan dari beberapa kampus diantaranya Borobudur, STIE Ganesha, STIE SWADAYA, STKIP Kusuma Negara, Univ Asyafiiyah, dan Univ Islam Jakarta.

Yusuf menjelaskan, mobilisasi massa tidak perlu dilakukan untuk menghadapi suatu permasalahan, apalagi membawa isu-isu agama.

"Waspadai politisasi agama, itu kemunduran demokrasi Indonesia yang sedang bertumbuh, kecuali memang fenomena ini dilakukan oleh kelompok anti demokrasi yang membajak ruang demokrasi," jelasnya.

Walau begitu, Yusuf tidak melarang orang untuk membela agama dan ulama. Tapi, momentum aksi 212 tidak tepat karena masih dalam proses persaingan Pilkada. Apalagi jika ditemukan ternyata mereka ini bagian dari pendukung paslon Pilkada.

"Sekali lagi tidak perlu pengerahan massa besar-besaran untuk menyampaikan aspirasi, mengingat situasi kondisi nasional yang sedang mengalami dinamika. Percayakan pada wakil rakyat untuk menyelesaikan persoalan politik dan percayakan pada penegak hukum untuk menyelesaikan masalah hukum," terangnya.

"Kepada pihak kepolisian, jangan segan-segan untuk bisa bertindak tegas terhadap aksi-aksi yang berdampak pada ketertiban masyarakat." [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya