Berita

Politik

Temui Fadli Zon, Para Ulama Keluhkan Ahok Yang Terus Berulah

SENIN, 20 FEBRUARI 2017 | 17:00 WIB | LAPORAN:

Sekitar puluhan ulama dan pengurus dari beberapa organisasi Islam menemui pimpinan DPR RI di ruang rapat, lantai 3, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (20/2).

Mereka diterima Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, bersama para anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra yaitu Muhammad Syafii, Supratman Andi Agtas, dan Moreno Suprapto.

Salah satu tokoh ulama, KH Muhammad Al Khathtath, menyampaikan bahwa kedatangan mereka terkait perkara pengaktifan kembali Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, yang masih berstatus terdakwa kasus dugaan penistaan agama.


'Terdakwa ini baru diaktifkan lagi menjadi gubernur. Setahu kami dalam undang-undang Pemda, yang namanya kepala daerah terdakwa itu langsung dinonaktifkan, contohnya Ratu Atut. Karena itu kami menyampaikan agar pimpinan  bisa menyampaikan aspirasi kami agar terdakwa BTP harus dinonaktifkan," ujar Sekjen Forum Umat Islam itu.

Dia mengkhawatirkan Ahok akan membuat polemik-polemik baru jika masih dibiarkan aktif menjabat kepala daerah dan tidak ditahan selama sebelum ada keputusan hukum yang tetap. Buktinya sudah terjadi. Beberapa hari terakhir beredar kembali video rekaman Ahok menyebut-nyebut ayat Alquran, Al Maidah 51, sebagai bahan lelucon.

"Yang bersangkutan tidak bisa memelihara mulutnya. Terakhir, beredar rekaman dia sedang pakai pakaian dinas, melecehkan. Yang bersangkutan mengatakan 'kita akan bikin Wifi Al-Maidah 51, passwordnya kafir', itu dikatakan sambil cekikikan," lontarnya.

Pihak ulama meminta DPR untuk berkomunikasi dengan Mahkamah Agung, agar memberikan "lampu hijau" kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara Ahok untuk menahannya selama persidangan berjalan.

Para ulama juga mengadukan tindakan hukum Polri yang dinilai berlebihan dalam menangani kasus dugaan pidana yang menyeret para pimpinan omas Islam, seperti Rizieq Shihab, Munarman dan Bachtiar Nasir.

"Ada langkah yang kurang beres (oleh Polri) terhadap ulama sebagai langkah kriminalisasi. Baik pada Habib Rizieq, Munarman, Bachtiar Nasir, bahkan merembet ke Husnaini yang tidak tahu menahu tapi dirembet-rembetkan," sesal Al Khathtath. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya