Berita

Arif Budi Sulistyo/Net

Hukum

CHAT NEWS

Jokowi Tak Akan Recoki KPK

Adik Iparnya Terseret Kasus Korupsi
JUMAT, 17 FEBRUARI 2017 | 09:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sikap Presiden Jokowi terhadap adik iparnya yang terseret kasus dugaan korupsi di KPK, patut diapresiasi. Jokowi tegas tak akan mencampuri proses hukum yang tengah ditangani lembaga antirasuah itu.

Seperti diketahui, adik ipar Jokowi, Arif Budi Sulistyo disebut-sebut namanya dalam surat dakwaan Ramapanicker Rajamohan Nair yang terjerat kasus dugaan suap pegawai pajak. "Ya diproses hukum saja," ujar Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana, kemarin.

Dalam dakwaan Ramapanicker, Arif disebut dalam upaya Ramapanicker menyelesaikan masalah-masalah pajak perusahaannya yang bernama PT EK Prima Ekspor Indonesia. Ramapanicker meminta Arif membantunya menyelesaikan perkara tersebut ke Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.


Arif tercatat mengiyakan permintaan Ramapanicker. Dia kemudian meminta tolong Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Ditjen Pajak Handang Sukarno untuk mengurus perkara Ramapanicker yang belakangan disuap Rp 1,9 miliar. Arif tercatat di dakwaan bertemu dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi meski tak disebutkan untuk apa.

Jokowi menegaskan akan menghormati apapun proses hukum yang dijalankan KPK terhadap Arif.

"KPK bekerja profesional dalam memproses semua kasus," tandasnya.

Dia juga memastikan tidak akan ada praktik KKN di lingkungan kerjanya. Peringatan ini menurut Jokowi sudah berulang kali disampaikan.

"Saya tidak hanya mengeluarkan surat, tapi sebelumnya mungkin lebih dari 5 kali. Saya sampaikan di sidang kabinet, waktu pertemuan dengan dirut-dirut direksi BUMN saya sampaikan. Saya kira penjelasannya sangat jelas," tegasnya.

Menanggapi sikap Presiden, netizen di jagat Twitter maupun di kolom komentar pembaca di link berita terkait terbelah. Namun sebagian besar mengapresiasi sikap Jokowi.

Akun @iwudmau memuji ketegasan Jokowi. "Bagusnya pemerintahan Jokowi. Ipar pun kalau korup ya disikat tidak dilindungi. Terus berjuang Pak Jokowi," cuitnya, diamini @mydarisman. "Pak @jokowi sudah mengatakan pada pelantikan pejabat BUMN jangan terpengaruh dengan orang yang mengatasnamakan kelnya," kicaunya.

Tweeps @evalita26 bilang, "Tanggung jawabnya masing-masing orang, kan sudah dewasa, proses hukum yg akan menentukan kesalahannya," cuit dia, disambut @ DWC_1111. "Alhamdulillah gua ga salah pilih Presiden di pilpres kemaren," cuitnya.

Ada juga yang mengaitkannya dengan Pilpres mendatang. "Nanti mendekati pilpres tembakannya semakin gencar. Tapi saya yakin orang jujur ditembak tak akan kena," kicau @tanhiaphwat, serupa dengan @ fario_truck. "Sayangnya, kok baru sekarang yah Indonesia (setelah orde baru) diberikan persiden yang sebersih ini. Coba dari dulu dulu. Udah nyamain Amerika kali. Mantap pisan Pak Jokowi," kicaunya.

Netzien bernama Harry Susanto menilai, secara tak langsung kasus ini berdampak ke Presiden. "Tinggal sikap presiden aja menanggapinya. Bijak atau tidak. Saya berdoa semoga pak presiden Jokowi bisa bijak. Amin," katanya.

Akun Slamet Kristanto menambahi. "Kesempatan besar untuk menunjukkan bedanya presiden sekarang dengan yang dulu. Ditunggu saja, awas salah langka," tulisnya.

Meski begitu, ada juga yang nyinyir dan memprediski adik ipar Jokowi bakal selamat.

Akun @yusejahtera menyindir. "Jokowers & Ahokers yang suka teriak-teriak soal korupsi keluarga pada tiarap dengar berita adik ipar @jokowi didakwa lakukan suap," sebutnya.

Akun @ghibhone23 nanya serius. "Coba lihat nanti apakah hakim berani ketok hukuman yang berat?" tanya dia, dijawab @Banyu_Bening076. "Aman tuuh," katanya.

Yang lain memilih menunggu. "Kita liat endingnya," ujar @tesun, serupa dengan @marfen32. "Kita pantau saja kemana beratnya Jokowi. Keluarga ataw penegakan hukum?" ujarnya. Akun @azainalfirmansyah mewanti-wanti KPK. "Kalau lolos dari KPK, berati KPK masuk angin," tulisnya. Sementara @noy33 menyemangati KPK. "Semangat ketua KPK jangan takut sama adik ipar Jokowi," tulis dia. *** 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya