Kursi empuk di perusahaan ayahnya di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk justru tidak membuat Irvan Kolonas (28) nyaman.
Bahkan, sejumlah tawaran bekerja di perusahaan bergengsi lainnya tidak menarik perhatian lulusan Political Science, University of Southern California, Los Angeles tersebut.
Totalnya, hanya sekira empat tahun saja dirinya bekerja di Japfa. Setelah itu, Irvan memilih bergelut dengan petani dan jagung di pelosok desa. Tepatnya di Dusun Wah Buha, Desa Tanjung Agung, Katibung, Lampung Selatan.
"Sudah sejak tiga tahun terakhir, saya turun ke lapangan dan memberi pembinaan. Itu terus saya lakukan berulang-ulang, untung-rugi saya alami sendiri," urai Irvan di depan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menghadiri panen raya di dusun tersebut.
CEO Vasham Kosa Sejahtera itu sempat kesulitan saat harus beradaptasi langsung dengam kehidupan petani. Khususnya terhadap hasil panen yang akan dijual ke pengusaha pakan ternak.
"Ternyata, petani tidak tahu kadar air (jagung) harus rendah. Tapi, mereka males untuk membuat kadar air jadi rendah. Sedangkan pengusaha memaksa untuk menyediakan jagung kering," ungkapnya.
Namun, Irvan terus memperjuangankan petani agar memahami pola bisnis sekaligus melancarkan misi sosialnya.
Hasilnya, perusahan yang dipimpinnya, Vasham telah bermitra dengan 6.460 petani di wilayah Lampung.
Menurutnya, pengusaha sebaiknya tidak hanya memikirkan soal keuntungan. Tanpa peduli nasib petani secara luas.
"Sebelum panen mereka harus ngantri hingga 2 hingga 3 malam. Jadi, pengusaha jangan untung banyak-banyak. Fokus terhadap rakyat kecil. Pengusaha tidak boleh cari untung, harus merangkul. Masukkan mata rantai dan pembina," paparnya.
Selain Vasham, kemitraan ini juga melibatkan agar PT JAPFA Comfeed Indonesia, selaku perusahaan pakan ternak. Mengingat, pakan ternak merupakan penyerap jagung dalam jumlah besar.
"Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat petani dalam membudidayakan jagung yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi jagung.
Artinya, pebisnis tidak hanya menyedot seluruh sumber daya dan ekspansi, sedangkan sumber daya manusianya ditinggalkan.
Mendengar itu, Menteri Amran merasa kagum dengan Irvan. Pria kelahiran Bone itu langsung meminta Irvan untuk datang ke kantornya, dalam waktu dekat. Selain itu, Amran juga akan melibatkan Irvan setiap dirinya blusukan ke daerah-daerah yang memiliki lahan pertanian, khususnya jagung.
"Nanti ke kantor saya, saya siapkan ruangan. Kamu harus ikut saya saat kunjungan tentang jagung. You harus ikut. Itu perintah nak!," ujarnya.
Dia menyampaikan, semangat seperti Irvan harus dijaga dan terus dikawal. Sebab, pemuda dengan semangat dan latar belakang pendidikan seperti Irvan, langka rasanya mau berjuang.
Amran juga menyerahkan selendang pemberian panitia yang masih berada di lehernya kepada Arman. Setelah itu, Amran menasbihkan Amran sebagai Ketua Pemerhati Petani Indonesia.
"Saya serahkan selendang ini kepada Irvan. Dia saya angkat sebagai Ketua Pemerhati Petani Indonesia. Dengan demikian, beban saya sudah hilang satu," kata Amran disambut tawa hadirin.
[ian]