Berita

Arief Hidayat/net

Hukum

Ketua MK Ngaku Telah Buka Semua Yang Dia Tahu Ke KPK

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017 | 18:55 WIB | LAPORAN:

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, mengaku telah membeberkan secara keseluruhan informasi yang diketahuinya terkait proses penanganan uji materi UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Arief juga mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah mengundangnya untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Hakim Konsttusi (non aktif), Patrialis Akbar, terkait uji materi UU tersebut. Arief mengaku tidak ada yang ia tutupi saat memberi keterangan kepada penyidik.

"Keterangan saya diperlukan dalam rangka untuk mencari kebenaran materil, sehingga kasus ini bisa terbuka. Jadi yang betul memang betul, yang salah memang salah," ungkapnya usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/2).


Dalam pemeriksaannya, Arief sempat menanyakan kekurangan lembaga yang dipimpinnya. Pasalnya, sudah dua kali hakim di MK terlibat kasus korupsi.

Menurut Arief, meski pihaknya telah membuat sistem pengawasan ketat kepada hakim, tetap ada hakim yang masih melakukan tindak pidana korupsi.

"Diawasi apapun, dijaga apapun, kalau memang hakimnya tidak benar, dan itu juga bisa terjadi masalah ini," ujarnya.

Saat disinggung mengenai kehadiran hakim dari latar belakang politikus yang identik dengan kasus korupsi, Arief enggan berkomentar. Menurutnya, kasus korupsi di MK akan tetap terjadi jika masih ada hakim yang bukan negarawan, tanpa pandang latar belakangnya.

"Saya hanya bisa katakan negarawan yang baik itu bisa berasal darimanapun," pungkasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya