Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Khawatir Pilkada DKI Picu Instabilitas Sosial, Rizal Ramli Temui Ketua Umum PP Muhammadiyah

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 17:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan gubernur DKI Jakarta berpotensi menciptakan instabilitas sosial dan mengganggu kerukunan antar umat beragama karena dilaksanakan bersamaan dengan proses persidangan kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Khawatir akan hal ini, tokoh nasional DR. Rizal Ramli menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah DR KH Haedar Nasir, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (14/2). Dalam pertemuan, kedua tokoh bertukar pikiran untuk mencari jalan keluar terbaik dari polemik yang sedang terjadi.

Rizal Ramli mengatakan, jangan sampai bangsa ini diadu domba dan saling dibenturkan seperti yang sekarang ini dirasakan, yaitu antara "kelompok santri" yang dibenturkan dengan "kelompok abangan", serta minoritas yang dibenturkan dengan kelompok mayoritas, juga antara kelompok suku tertentu dan umat agama tertentu.


"Upaya adu domba tersebut akan merusak dan bisa menghancurkan bangsa," kata Rizal Ramli dalam pertemuan di kantor PP Muhammadiyah.

Kepada Haedar Nasir, Rizal Ramli berharap Muhammadiyah kembali mengambil perannya sebagai unsur pemersatu bangsa karena Muhammadiyah merupakan bagian dari sejarah penting negara Republik Indonesia terutama dalam gerakan perjuangan kemerdekaan, persatuan serta kesatuan bangsa.

Rizal Ramli menekankan, jangan sampai Indopnesia setback hanya gara-gara satu orang yang berambisi kepada jabatan sebab risikonya akan sangat besar. Salah satunya perekonomian Indonesia bakal mundur lima sampai delapan tahun ke belakang.

Menanggapi ini Haedar Nasir menyatakan Muhammadiyah konsisten dalam menjaga kerukunan atar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak ingin bangsa ini terbengkalai hanya karena urusan Pilgub. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya