Berita

Joko Widodo Dan Sri Mulyani/Net

Bisnis

Paket Ekonomi Jokowi Sekarang Banyak Keluar Dari Tujuan!

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 12:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pemerintah baru saja melaporkan hasil evaluasi Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) Jilid I - XIV yang dinilai belum bisa terimplementasikan dengan baik.

"Kami menilai apa yang dilakukan pemerintah dalam menata ekonomi Indonesia, masih jauh dari harapan," ujar pengamat ekonomi dari Global Base Review (GBR) dan STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Sutia Budi.

Sutia mengatakan, pemerintah lupa jumlah penduduk produktif Indonesia semakin meningkat. Mestinya momentum bonus demografi ini dimanfaatkan baik pemerintah untuk melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.


"Terus terang pemerintah saat ini masih 'tidur',  belum bekerja maksimal. Akselerasi pertumbuhan ekonomi justru diabaikan," ujar Sutia Budi di kantor Global Base Review (GBR), Jakarta.

Ia mencermati, paket kebijakan ekonomi pemerintah Jokowi kali ini banyak keluar dari tujuan. Nampak jelas adanya pertarungan antara aliran neoliberal dengan aliran ekonomi Pancasila.

"Akhirnya tidak nyambung antara paket kebijakan yang diusung dengan harapan yang ingin dicapai," jelasnya.

Ia juga melihat saat ini paket kebijakan ekonomi masih terpusat di Jakarta saja. Padahal, Produk Domestik Bruto (PDB) tidak semata disumbang oleh Jakarta.

Hemat dia, Presiden Jokowi perlu segera melakukan evaluasi mendalam terhadap dua kementerian yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

"Kalau dibiarkan, bisa jadi akan mengalami trouble kebijakan ekonomi nasional," tutupnya.[wid] 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya