Berita

Dahnil (kiri)

Bisnis

BUMN Kerap Jadi Sapi Perah, Namun Jarang Sekali Yang Terungkap

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 12:11 WIB | LAPORAN:

Pemuda Muhammadiyah mengkritisi penerbitan Peraturan Pemerintah 72/2016 tentang tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara, yang akan menjadi payung hukum terkait holding BUMN.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan BUMN seringkali menjadi sapi perah bagi politisi dan pihak penguasa.

Namun, di tiap kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh KPK maupun Kepolisian, sangat jarang sekali direksi atau komisaris BUMN yang terungkap kebusukannya.


"Jarang sekali kasus korupsi dari direksi ataupun komisaris BUMN. Padahal selama ini kita menemukan banyak fakta BUMN seringkali jadi sapi perah," kata Dahnil dalam diskusi "Rente BUMN, Ada Apa dengan Holding BUMN" di Gedung PPMuhammadiyah, Jakarta, Senin, (13/2).

Atas landasan itu, Pemuda Muhammadiyah mengkritisi upaya pemerintah untuk melakukan holding BUMN. Dahnil mensinyalir ada banyak hal yang ditabrak dalam upaya holding BUMN. Misalnya pemaknaan dari pemisahaan modal negara dan pemindahan aset BUMN di dalam holding tidak harus mendapat perizinan atau pengawasan dari DPR.

Inisiator Berjamaah Melawan Korupsi ini berpandangan permasalahan BUMN selama ini adalah masih sangat kecil kontribusinya terhadap APBN. Padahal, BUMN berdiri untuk melengkapi tugas-tugas pembangunan ekonomi,

"Di sisi lain BUMN punya orientasi membantu pemerintah secara fiskal, mendorong ekonomi publik lebih baik. Tapi sayangnya BUMN punya karakter birokrasi korupsi dan rente," demikian Dahnil.

Juga hadir sebagai pembicara anggota Komisi VII DPR, Aryo Djojohadikusumo; ekonom senior Faisal Basri, dan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah bidang Hukum, Faisal. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya