Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Anton: Kenali Pemilih Siluman

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 15:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilih diharapkan proaktif untuk sebisa mungkin mengenali pemilih siluman yang mungkin sekali hadir di TPS dan memberikan suara itu. Apalagi, beberapa hari belakangan ini ada indikasi pesanan KTP bodong dan misterius yang patut diduga akan digunakan pasangan calon tertentu.

Anton Tabah Digdoyo, purnawirawan jenderal Polri yang kini aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan trik yang bisa digunakan untuk mengetahui pemilih siluman.

"Pertama, datanglah pagi-pagi sekali, setelah shalat Subuh, ke TPS walaupun Anda tidak memberikan suara. Jadilah saksi," ujar Anton dalam perbincangan dengan redaksi.


Bila ada orang yang mencurigakan, sangat disarankan untuk menguji kecurigaan itu. Caranya adalah denganb mengajukan pertanyaan ringan seputar alamat tempat tinggal.

"Tanyakan nama gang, nama sekolah, namwa warung atau jajanan atau tempat favorit yang top di wilayah itu. Jika tidak bisa menjawab, laporkan ke petugas dan jangan lupa foto serta share fotonya di media sosial," ujar Anton.

Bisa juga dengan mengajak orang yang dicurigai itu untuk berbasa-basu dengan bahasa Indonesia dialek Betawi.

"Bila dia tidak bisa jawab, atau bingung dan jawabannya aneh, atau malah tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia segera amankan, laporkan ke petugas, foto dan share fotonya," sambung dia lagi.

Anton juga mengatakan, agar waspada melihat siapapun yang mencurigakan di masjid-masjid pada saat shalat Subuh sebelum pencoblosan. Kalau melihat orang yang mencoba untuk mempengaruhi jemaah dengan membagikan duit dan sebagainya, foto dan share.

Juga diminta untuk memperhatikan mobil-mobil yang parkir di ujung jalan, di gang yang menghadap jalan besar dekat TPS. Biasanya money politics berlangsung di tenmpat seperti itu.

Anton juga meminta agar berbagai berita yang mengatakan WNI keturunan Tionghoa berbondong-bondong ke Jakarta dengan KTP aspal ganda harus dipantau ekstra. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya