Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pasal 83 Ayat 1

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 11:56 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AHOK memang bisa tidak diberhentikan dari jabatan gubernur bila membaca sepotong ayat 1 pasal 83 UU No. 23/2014.

Argumen Prof Mahfud dan Edi dipelintir di soal vonis tahun. Adalah benar, Pasal 83 ayat 1 UU Pemda mengharuskan hukuman paling sedikit 5 tahun. Sedangkan pasal 156a menyatakan paling lama 5 tahun. Di sini Mendagri Cahyo Kumolo bisa punya alibi.

Namun, kalimat terakhir pasal 83 ayat 1 menyatakan, "dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia."


Blasphemy Ahok sepenuhnya berpotensi memecah belah persatuan negara. Demonstrasi besar umat Islam adalah contoh kongkrit perbuataan Ahok. Perbuatan Ahok triger unras di semua daerah. Bukan hanya di Jakarta. Bagi yang waras, ini sinyalemen berpotensi disintegratif.

Kontra aksi seperti parade bhineka, seruan masyarakat Menado, Papua yang ngancem memerdekakan diri juga merupakan imbas langsung dan nyata dari perbuatan Ahok.

Jadi, dengan alasan ini, sepatutnya Ahok dinon-aktifkan. Bila karena koncoisme dan praktek nepotisme, Ahok dipertahankan, maka DPR mesti bertindak. Pasal 83 ayat 1 mengatur mekanisme intervensi legislatif bila eksekutif tumpul akibat praktek perkoncoan tersebut. THE END [***]


Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya