Berita

Chappy Hakim/Net

Bisnis

Presdir Freeport Dianggap Telah Menghina Parlemen

Hanura Minta DPR Bertindak Tegas
MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 09:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Fraksi Hanura DPR benar-benar jengkel dengan perlakuan Presdir Freeport Indonesia Chappy Hakim yang menunjuk-nunjuk dan membentak kadernya usai rapat di Komisi VII, Kamis (9/2) lalu. Hanura pun meminta pimpinan DPR bertindak tegas. Perbuatan eks KSAU dikategorikan contempt of parliament alias penghinaan terhadap parlemen.

"Kami minta pimpinan DPR menindaklanjuti kasus ini. Tindakan itu harus diproses sesuai dengan konstitusi dan undang-undang yang berlaku," kata Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon.

Nurdin mengaku, pihaknya su­dah meminta klarifikasi, Mukhtar Tompo, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Hanura, yang ditunjuk-tunjuk dan dibentak Chappy. Kepada pimpinan Fraksi Hanura, Mukhtar mengaku menerima perlakuan tidak menyenangkan dari Chappy. Selain ditunjuk-tunjuk, Chappy juga mengeluarkan ancaman dan intimidasi. Ajakan salamannya juga ditepis Chappy.


Kejadian itu, terang Nurdin, bermula saat Mukhtar bertanya di dalam rapat soal rencana pem­bangunan smelter oleh Freeport yang tak kunjung terlaksana. Pertanyaan ini dilontarkan Mukhtar sebagai bentuk mengawal pelaksanaan UU Nomor 4/2009 tentang Pertambahan Mineral dan Batubara. Rupanya, Chappy tidak senang dengan pertanyaan itu.

Nurdin mengakui, Chappy memang sudah meminta maaf atas pelakuannya. Namun, permintaan maaf tidak cukup. Sebab, tindakan Chappy sangat tidak pantas dilakukan oleh bos perusahaan internasional terhadap anggota Dewan.

Untuk menguatkan permintaannya, Hanura sudah mengirim surat ke pimpinan DPR. Surat bernomor 827/F-Hanura/ DPR RI/2017 itu sudah diserahkan ke Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

"Anggota Dewan yang se­dang melakukan pengawasan memiliki hak imunitas se­bagaimana aturan Undang-Undang MD3," tegas Nurdin.

Hanura pun mendesak Freeport memberhentikan Chappy dari jabatan presiden direktur. "Perlu dievaluasi jabatannya," tegas Nurdin.

Mukhar ikut bicara. Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan agar Chappy dan bos perusahaan lain tidak melaku­kan perbutan serupa.

"Ini bukan persoalan me­maafkan. Ini persoalan tidak lazim di Komisi VII. Kalau misalnya ini jadi kebiasaan, nanti bagaimana bisa juga terjadi di komisi-komisi yang lain," katanya.

Menurut Mukhtar, setelah rapat Kamis (9/2) lalu, dirinya dimaki-maki Chappy saat mau bersalaman. Chappy menghempaskan tangannya, dan memben­tak sambil menunjuk-nujuk ke arah dadanya.

"Dia bilang dengan nada tinggi, 'Kau jangan macam-macam! Mana? Apa yang tidak konsisten? Tunjukkan kepada saya kalau saya tidak konsis­ten, mana?' Begitu katanya," kata Mukhtar menirukan ucapan Chappy.

Mukhtar mengaku, saat rapat berlangsung, hanya managih janji Freeport Indonesia untuk membangun smelter. Ia merasa perlu meminta ketegasan komitmen Freeport, karena kewajiban ini merupakan perintah UU Nomor 4/2009.

"Mungkin, dia tak terima den­gan pernyataan saya. Jadinya, dia maki-maki saya," cetusnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengaku belum bisa menyim­pulkan. Menurutnya, insiden itu pasti ada latar belakangnya.

"Itu terjadi semuanya tentu dari sebab akibat. Tidak bisa menilai dari salah satu pihak," ujar politisi Demokrat ini.

Sebelumnya, Chappy mengatakan, dirinya memang mem­pertanyakan tanggapan Mukhtar mengenai ketidakkonsistenan­nya. Makanya, dia meminta Mukhtar menunjukkan ketidak­konsistenan tersebut seusai ra­pat. Atas kejadian itu, Chappy pun meminta maaf.

"Hal yang terjadi selesai rapat Komisi VII adalah hal yang tidak diinginkan oleh pihak mana pun. Dengan tulus, saya memohon maaf kepada Komisi VII DPR atas polemik yang terjadi," katanya melalui keterangan yang dikirim ke media. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya