Berita

Foto/Net

Bisnis

Kenaikan Batubara Dorong Ekonomi Tumbuh Bagus

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 09:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin capaian pertumbuhan ekonomi tahun ini memi­liki peluang lebih baik dari 2016. Karena, harga komoditas menunjukkan tren kenaikan.

Sejak akhir tahun 2016, harga komoditas sudah naik. "Harga batubara sudah sampai ke 80 dolar AS per ton, naik dari sebelumnya 50 dolar Asper ton, harga sawit dan nikel juga sudah mulai membaik," jelasnya

Menurut JK, kenaikan harga komoditas akan memberi­kan pengaruh besar terhadap perekonomian. Karena, Indo­nesia merupakan salah satu produsen besar komoditas seperti batubara dan crude palm oil (CPO).


"Kenaikan harga komoditas akan mendorong penerimaan negara menjadi lebih baik. Jika anggaran naik maka pe­merintah memiliki modal lebih besar untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi," terangnya.

Direktur Eksekutif Aso­siasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Supriatna Suhala memiliki pandangan sama. Dia yakin kenaikan harga komoditas bisa memberikan kontribusi untuk membantu mengerek kerja perekonomian.

"Tahun ini sepertinya akan lebih baik dari tahun lalu. Karena, pemerintah China sebagai produsen terbesar dan konsumer terbesar di dunia tidak akan membiarkan harga batubara terlalu rendah mau­pun terlalu tinggi," terang Supriatna kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Supriatna memperkirakan harga batubara tahun ini berkisar 65 sampai 75 dolar AS per ton untuk kualitas di atas 6.000 kcal per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga itu akan menggairahkan per­ekonomian daerah penghasil tambang.

Selain harga batubara, Su­priatna menilai, harga minyak sawit juga akan terus membaik seiring konsumsi dunia yang terus meningkat. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya