Berita

Foto/Net

Bisnis

Produksi Beras Dan Jagung Surplus

MINGGU, 12 FEBRUARI 2017 | 08:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gejolak harga pangan selama ini memberikan kontri­busi besar terhadap kenaikan inflasi. Bagaimana proyeksi tahun ini? Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir me­nilai, sejumlah produksi per­tanian pangan pada awal tahun 2017 menunjukkan sinyal positif. Produksi pertanian akan mengalami peningkatan tahun ini.

Misalnya beras, lanjut Wi­narno, data produksi beras menunjukkan surplus dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) alami penurunan.

"Pada awal tahun cukup bagus. anuari hingga Februari produksi naik mencapai dua kali lipat. Stok berlimpah sehingga gudang Bulog penuh. Ini padahal baru memasuki panen raya," ungkap Winarno kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Dia meminta, Perum Bulog agar untuk menyerap gabah petani secepatnya. Jangan sampai harga gabah jatuh se­hingga para petani tidak mera­sakan keuntungan dari jerih payahnya menanam.

Winarno memproyeksi tahun ini target produksi beras dari gabah kering giling (GKG) mencapai 79 juta ton.

"Mudah-mudahan tidak ada faktor cuaca ekstrem yang bisa menganggu produksi," jelasnya.

Sementara untuk produksi jagung, lanjut Winarno, ditar­getkan mencapai 42 juta. Oleh karena itu, dia meminta, pemerintah tidak melakukan impor karena pasokan di dalam negeri berlimpah.

Dia meminta, pemerintah memberikan perhatian khusus penanganan pasca panen. Menurutnya, penanganan masa panen selama ini buruk. Masalah tersebut selama ini tidak pernah tertangani dengan baik dari tahun ke tahun. Antar lembaga pemerintah saling lempar tanggung jawab dalam penanganan ini.

Dia menyebutkan, petani sangat membutuhkan alat pengering (dryer) jagung. Karena, saat ini jumlahnya masih sangat terbatas. Peralatan itu dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk-produk petani dan mengerek harga jual.

Winarno menerangkan, pabrik pakan membutuhkan jagung dengan kadar air sebesar 15 persen. Sementara jagung hasil pertanian memiliki kadar lebih lebih dari 15 persen.

"Mengingat panen raya da­lam jumlah besar terjadi hanya tiga bulan, pemerintah, industri dan pelaku usaha harus segera menyiapkannya," ungkapnya.

Dia mengakui, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah mengalokasikan dana cukup besar untuk mendukung para petani, namun selama ini hanya terfokus pada sektor produksi, belum penanganan pasca panen.

Bagaimana produksi pangan lain? Winarno yakin juga akan mengalami peningkatan. Karena, rata-rata produksi pada awal tahum menunjukan hasil positif. Walaupun harus diakui faktor cuaca ke depan akan ikut menjadi penentu capaian produksi. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya